Thank You

Hai :) Thank you for visiting my blog . I wish everything i wrote will be so much usefull

Total Tayangan Halaman

Friend of life

Friend of life
hilmarhandy (ig)

For Ghina Hamidah

Diposting oleh Unknown di 04.20 0 komentar

HAPPY BIRTHDAY ,Ghina Hamidah :) \(^^)/

The Rainbow Appears After The Rain

Diposting oleh Unknown di 21.06 0 komentar
Happiness, sadness, laughing, crying, and all of the other emotions that we may feel are complete us in life as a human. We have no reason to avoid them unless we want draw our life just with one color. Too monotone , isn’t it ?

In life, we’ll face many challenges to get and to be what we want and need. The challenges we may face may lead us to be stronger or even loser. In the name of “challenges”, the ways we’ll step would not always be easy and simply, sometimes the challenge may be so difficult and need more effort to resolve. One thing that we have to prepare is our faith.

I believe that all of us have a lot of dreams to achieve. The dream surely promises us happiness no matter what. So here, are the dream comes easily ? All i know that we have to fight and pursue to get it. Even it’s not just about what steps we’ll take, sometimes many problems come to us from every sides of our life that need our attention more and more and sometimes it will be full of tears.
I do believe in miracle after doing effort and praying.

 We meet with a lot of people, we talk and share to each other, be friend, and we know people’s characteristic. Having problem in social life is one of our challenges. If we manage the problem right, we may be a wise person. We have to select between what-is-right and what-is-wrong or we have to differentiate people between who-is-right and who-is-wrong, but that’s not our focus. We have to focus to create ourselves, how to make us to be accepted in social life surely by being us and no mask. By resolving problems with social in right way, we can call us mature.

Also in study field. We will find it hard to study all the time (unless you worth to) without refreshing your mind or without feeling bored. We have to be smart in managing our time to be beneficial.
In the other side of life such as family, our relationship-partner (If you have), even ourselves would have their own problems. We just need to pass it by doing the right and best things. We have to be strong if the problems are really hard enough, we may cry but we don’t have to cry even more, remember that we have to fight.

Laugh, laugh like we are happy all the time and have nothing to worry.
Smile to face everything to ease the life and spread happiness
Cry when the heart is hurt but keep on going
After all the things passed,all the steps have already stepped, after fighting and pursuing, we’ll find the shine, our dreams.

Like the rainbow, full of bright colors and let people to see its beauty.

First Day For Pharmacology Laboratorium Days

Diposting oleh Unknown di 10.25 0 komentar



Hai. Sebenarnya aku sedang tidak berniat untuk menulis blog, namun sore ini sepulang praktikum dan baru saja masuk kekamar kos, listrik langsung mati. Fasilitas kos yang sederhana tanpa adanya jetset (bener ga nih ? hehe) menghasilkan kosan yang gelap gulita. Banyak kegiatan yang seharusnya dapat dilakukan, menjadi tertunda. Dalam situasi bingung harus berbuat apa, aku lihat gadget udah pada kehabisan energy semua. Cuma notebook yang dapat menyala dengan baterai yang hanya tinggal separuhnya.

Berhubung hari ini hari Jum’at, yaa bisa dibilang hari terakhir dalam minggu perkuliahan, bisa sedikit nyantai deh. Sedikit , karena besok dan juga Minggu selalu ada kemungkinan untuk kekampus. Sibuk ya J

Aku mau cerita nih kejadian hari ini. Mengenai praktikum farmakologi untuk pertama kalinya! Kemaren – kemaren udah dapet teorinya, untuk pemantapannya jadi ada praktikum agar dapat mengaplikasikan teori. Praktikum farmakologi ini menurutku seru, apalagi dengan menggunakan mencit, tikus, dan sebagainya sebagai hewan uji. Tapi karena pribadi setiap orang berbeda, ada juga yang menganggap praktikum farmakologi mengerikan.

Sebelum praktikum, paginya aku dan temen – temen sekelas ada dua kuliah yaitu Bahasa Indonesia dan Farmakologi II. Ada cerita lucu saat kuliah farmakologi II tadi pagi. Hari ini kami disuruh mempresentasikan obat – obat yang kami “pegang”. Obat – obat tersebut memiliki golongan – golongan tertentu. Nah! Yang kebagian tadi pagi itu obat – obat golongan estrogen dan progesterone. Yang megang obat golongan tersebut pada panic dong. Aku juga ! Aku ragu mengenai obat yang harus aku presentasikan. Kata Afiqh, itu juga termasuk estrogen, Afiqh bersikeras itu estrogen, sedangkan aku bersikeras bukan. Hahaa. Alhamdulillah aku ga harus maju. Yang paling teringat itu saat Febri maju, dia mempresentasikan mengenai Nova T , spiral yang dipasang dirahim wanita. Febri kan cowok, dan dia mempresentasikannya dengan gaya ala sales yang lagi nawarin produk. Saat temen – temen pada nanyain, dia bengong. Mengenai spiral tersebut, Afiqh sangat sangat tertarik banget dan banyak banget hal – hal kocak yang terlantur, apalagi saat ada gambar spiral didalam rahim (uterus) dengan benangnya yang menjulur panjang keluar. Katanya bisa dijadikan headset. -___-

Selesai kuliah, lanjut ke laboratorium steril untuk asistensi praktikum farmasetika II. Selanjutnya, siap – siap untuk memulai praktikum farmakologi pertama \(^^)/ . Aku sama Yeni sempet – sempetnya berfoto didepan laboratorium, padahal belum belajar dan lengkapin laporan. Heheheee

Yang namanya praktikum, selalu dimulai dengan responsi. Oh my God! Soal – soal responsinya menantang bangeeeet. Sebenarnya mudah,kalau bener – bener memahami. Tapi karena ini baru pertama, nilai kami sekelas rendah – rendah :D . Awalnya kami ngira pertanyaannya mengenai syarat hewan uji, macam – macam hewan uji, dan perhitungan dosis.
 Tapi yang ditanyakan ternyata adalah :
1.       Syarat – syarat dan macam – macam hewan uji (Alhamdulillah yang ini udah dipelajari)
2.       Bagaimana cara “membunuh” mencit ?
3.       Bagaimana cara pemberian obat intravena dan intraperitoneal pada mencit ?
4.       Perhitungan dosis ! (lupa soalnya , hehe)

Jawabannya :

1.       Syarat – syarat hewan uji, berdasarkan yang ada pada diktat dan searching :

-               Spesies dan variasi biologisnya harus jelas
-               Sehat dan bertingkah laku normal
-               Seragam (Umur , berat badan, dan jenis kelamin)
-               Terkondisi (Sanitasi, hewan tidak stress,dll)
-               Terbebas dari mikroorganisme pirogen
-               Memiliki kemampuan respon imunitas yang baik
-               Peka terhadap obat – obatan, sehingga efek dapat terlihat jelas
-                Mamalia, karena sebenarnya uji obat terhadap hewan dilakukan sebelum pengujian tingkat lanjut kepada manusia.

2.       Mengenai cara “membunuh” hewan uji terutama mencit.

Banyak banget tadi jawaban – jawaban yang menyimpang karena belum ngebaca materi sampai topik ini. Ada yang ngejawab dengan memberikan racun (kayak di sinetron jadinya. Hihiii), ada yang dengan langsung membantai atau menyembelih mencit langsung pada lehernya (Sadis!), dan ada yang baik hati bangeeet, yaitu dengan menghadapkan mencit kearah kiblat, baca basmallah, langsung sembelih (Terharu :’) ).

Jawabannya yang bener itu diantaranya :

-                Tekan leher mencit dengan menghadapkannya pada bidang datar dengan kuat dengan salah satu tangan (Tekannya pake ibu jari dan telunjuk yaa), disaat bersamaan, tarik kebelakang ekor mencit dengan kuat dan cepat (Kayak hentakan tiba – tiba gitu). Alhasil, it’s die. Cara ini yaitu untuk memutus nadi (bahasa awamnya nih) mencit, sama kayak halnya manusia, kalau mau dibunuh, cekik aja lehernya dan putar dengan keras dan cepat. ( I BEG YOU TO NEVER TRY THIS!)

-               Cara yang kedua, berikan anestesi dosis berlebih.

3.       Cara pemberian obat secara intravena pada mencit, yaitu melalui injeksi pada ekornya. Di ekor mencit, akan terlihat pembuluh vena yang berwarna agak putih, disitulah tempat diinjeksikan obat. Saat akan menginjeksi ekor mencit, mencit harus dimasukkan atau diletakkan terlebih dahulu pada tempat dimana mencit tidak akan bergerak apalagi berputar – putar, bentuknya seperti botol dengan kedua sisinya bolong.
Begini nih
Untuk pemberian peritoneal, kita harus memegang mencit ditangan kita. Ga asal pegang lho! Pertama kita pegang ekor mencit dengan tangan kanan, biarin mencit tersebut berusaha lari dan menjangkau kawat – kawat kandangnya. Dengan tangan kiri, menggunakan ibu jari dan telunjuk, jepit tengkuk mencit hingga kepalanya lurus dan sedikit tegang dari kepala hingga bagian bawah tubuhnya.Angkat. Pindahkan ekor mencit kesela – sela jari manis dan kelingking tangan kiri. Baru deh injeksikan spuit yang telah berisi cairan obat kerongga dibawah perut mencit. Hati – hati yaaa, perhatikan petunjuknya, jangan sampai salah injeksi! Ntar malah kena usus dan organ lain.

4.       Untuk perhitungan dosis, yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu mengenai satuan – satuannya. Misalnya : Satuan untuk berat badan yaitu Kg/BB . Satuan untuk dosis yaitu mg / Kg BB . VAO (Volume Administrasi Obat) dalam mL, dan sebagainya.
Setelah itu baru deh pahami rumusnya yang lumayan memusingkan. Untuk pembahasan dosis, nanti aja di postingan selanjutnya yaaa. Heheee

                                                                                  ----

tikus
Hal yang paling berkesan dari first pharmacological laboratory day ituuu ternyata menjinakkan dan memegang hewan uji itu ENGGAK GAMPANG! Harus gesit, ga boleh takut, ga boleh geli, terutama harus siap kena gigit.

mencit
Awalnya, untuk mencoba memegang hewan uji, rasanya gampang banget! Ternyata ? Banyak temen – temen pengen megang mencit mereka terlebih dahulu daripada tikus, aku dan beberapa orang teman justru mencoba memegang tikus terlebih dahulu. Oh my God! Tikus itu gesit banget buat ngehindar dan lari walaupun ekornya udah dipegang. Kalau mencit, lebih mudah disbanding tikus. Hal ini karena sifat antara mencit sama tikus itu berbeda. Mencit cenderung penakut, sedangkan tikus ga penakut sama sekali.

Sangat bersyukur ternyata mencit dan terutama tikus yang jadi milik kelompok aku sore itu pada jinak jinak dikit, kalau dielus – elus bulunya, mereka beneran tenang, alias ga stress karena kehadiran manusia dan dipegang – pegang. Sementara kelompok sebelah ? baca istigfar banyak – banyak deh! Tikusnya horror! Tikusnya bener – bener berani dan ngelawan kalau dipegang. Parahnya, banyak temen – temen aku tangannya berdarah – darah karena digigit tikus tersebut. Bayangin deh, gigi tikus itu gede dan tajam, kalau kena gigit, lumayan robek gitu kulitnya. Tangan temen – temen juga darahnya ga nyantai banget. Banyak yang penasaran untuk menaklukan tikus yang satu itu, alhasil, darah lagi.
Tangan Anshar yang digigit tikus

Ternyata,hipotesa mengenai kedua tikus yang berbeda sifat itu didasarkan pada perbedaan jenis kelamin. Tikus yang agak jinak punya aku ternyata betina, sementara yang agresif dan telah menggigit tangan temen – temen, itu tikus jantan.
Tangan Jihan


Pharmacist On Duty

Diposting oleh Unknown di 02.38 0 komentar
Yeaaahh!! My days are back ! Being busy with my activities .

- Attending Lectures
- Doing Homeworks
- Laboratorium Days

 lot of books to read , lot of knowledge should be saved on my brain :)







Sebuah Surat Untuk Yang Berulang Tahun

Diposting oleh Unknown di 23.19 0 komentar
Hi ! It’s been more than a month since my last post.

Firstly, How are you? I wish you all just fine. Well, today I have to say happy birthday to my dear, Virghina Ristanti who is celebrating her 20 years birthday.
Best wishes

Happy Birthday,Virghina Ristanti \(^^)/ Semoga selalu berada didalam perlindungan-Nya dan hari – harinya semakin berkah. Semoga semua mimpi – mimpi indah yang telah digantungkan setinggi langit yang  ujungnya entah dimana itu akan tercapai. Sukses adalah harga mati,tak dapat ditawar, semoga dirimu mendapatkannya sesuai dengan usaha, doa , dan ikhtiar yang dilakukan,begitupun denganku, semoga kita semua mendapatkan sukses tersebut. Amiin

Sudah 20 tahun ya,Vir ? Waahh udah mulai memasuki remaja akhir yaaa J
Kalau mau menjadi remaja muda lagi, silakan kembali pada usia 13 tahun, usia disaat kita semua bertemu, terutama aku, kamu, dan Ghina Hamidah.

Tak terasa, kita telah berjalan bersama – sama selama lebih dari 7 tahun. Saat kita pertama bertemu hingga detik ini, semua kenangan indah kita tersusun rapi dalam memoriku dan mungkin tak akan pernah terhapus sedikitpun. Suka, duka, bahagia, marah, tangis, segala emosi telah pernah kita luapkan. Pernah terfikir olehku, mungkin kebersamaan kita hanya akan bertahan hingga jenjang sekolah, mungkin tawa canda kita hanya akan tinggal kenangan begitu kita mendapati dunia baru. Tapi aku salah, tak ada benarnya sama sekali. Kita, bertiga, terpisah oleh jarak dan waktu. Sangat lama. Sangat jauh. Tapi kita dekat, sangat dekat. Jika boleh aku mengibaratkannya, kalian bagaikan rumah kedua setelah keluarga bagiku.

Kenapa aku katakan rumah ?
Aku tau, kita tengah berada didalam pencarian masa depan, pengembangan intelektual serta diri, kita bahkan juga berada pada perasaan romantisme lawan jenis. Aku pergi kesana kemari untuk menemukan itu semua, kamu dan Ghina juga begitu. Kita telah berada pada jalan yang berbeda, jauh berbeda. Aku memiliki target – target dalam hidupku, kamu memiliki berbagai macam pencapaian yang harus kamu capai dalam hidupmu, Ghina memiliki mimpi – mimpi yang harus ia raih. Kita semua sama, berjuang untuk cita – cita kita. Tapi jalan kita berbeda, jarak dan waktu menjadi bukti perbedaan jalan kita. Namun, aku percaya satu hal bahwa nanti jalan yang berbeda ini akan membawa kita bertemu pada suatu  gerbang. Gerbang yang akan kita buka bertiga. Kita akan melihat bersama – sama, melihat diri kita yang telah berusaha dan telah memperoleh hasilnya. Kita akan saling menceritakan kisah, dimana perjuangan cita dan cinta telah membawa kita ke kebahagiaan dihari itu.

Sahabat, anggaplah aku rumah bagimu.
Silakan kau pergi berjuang atas cita dan cinta dengan kepercayaan yang ada pada jiwamu
Pergilah sejauh yang kau bisa, lepaskan semua anganmu
Jangan pernah merasa takut, aku selalu mendoakanmu
Tapi, saat kau lelah dan ingin beristirahat
atau saat kau ingin bercerita
datanglah padaku
Tenangkan  raga serta jiwa bersamaku
Jadikan aku tempat yang nyaman bagimu
                                                                                                -----

Aku teringat masa – masa awal kita bertemu. Pertama kali aku melihatmu. Saat usia kita 12 tahun.
Aku tengah berada diruangan kelas yang terletak dilantai dua salah satu gedung sekolah kita. Aku mencari tempat duduk untukku belajar mulai hari senin yang akan datang. Kamu datang dari arah luar, dengan gaya cuek serta gaya tomboy khasmu itu. Rambut gaya anak lelaki yang kamu miliki saat itu memang membuatku takut. Aku bergumam didalam hati “kenapa harus sekelas sama dia? Serem dan galak gitu kayaknya.” .

Awal – awal sekolah semua berjalan biasa. Kita hanya saling tahu nama, tidak mengenal. Namun kurang lebih satu bulan, kita menjalin hubungan yang jauh lebih dekat. Aku berterima kasih kepada hari ulang tahun Negara Indonesia ini, mendekatkan kita dengan perlombaannya. Apa kamu ingat ? Kita sama sama diminta untuk bermain tarik tambang dengan ukuran diameter tali yang besar. Obrolan pertama kita yaitu mengenai jam tangan. Jam tangan berwarna pink muda dengan gambar monyet ditengahnya, mengalihkan perhatianmu, membandingkannya dengan jam tangan kuning bercampur ungu yang kamu pakai hari itu. Kita berbicara,bercerita,dan dekat.

Apa kamu ingat ? Masih pada umur yang sama, diawal perkenalan, kita bersama – sama menunggu jadwal bimbingan belajar setelah sekolah usai. Kita bercerita dan bercanda mengenai tsunami, gempa, yang berujung pada kisah Ghina  - Dado yang kamu katakan mereka berlarian disuatu bukit bunga, saling berpelukan, hingga jatuh menggelinding kebawah. Aku ingat kerasnya tawa saat itu, ekspresi merah dan seakan ingin menarik leher orang hingga putus yang ditunjukkan Ghina.
Begitu banyak canda dan tawa yang ingin kutulis disini, tapi aku sadar, hingga berhari – haripun, tulisan yang hanya mengenai canda tawa kita takkan pernah bisa selesai. Sangat banyak kenangan indah itu.
Luapan emosi negative juga tak dapat kita hindari. Kamu pernah marah besar kepadaku. Perkara handphone yang pecah olehku dan Mely, tapi semua telah jelas duduk perkaranya. Omongan – omongan dibelakang yang memang tidak bagus,saat kamu tau itu, kamu marah dan menunjukkan sikap kecewa yang begitu besar. Sungguh saat itu aku begitu menyesal.
Kesedihan juga tak pernah lepas dari kita. Baik itu dalam urusan sekolah bahkan cinta. Namun, kita bertiga selalu saling menguatkan.

Kini, kesibukan kita semakin mengurangi komunikasi antara kita. Tapi tetap, kita bertiga selalu menjadi rumah bagi satu sama lain. Bahkan ketika salah satu diantara kita mengalami masalah, kita semua turut merasakannya, bahkan kita selalu memikirkan cara- cara untuk menanggulanginya. Aku memiliki teman – teman dan sahabat – sahabat baru, aku sering menghabiskan waktu bersama mereka, mereka juga bagaikan keluarga bagiku. Kamu, Ghina, juga begitu. Memiliki teman dan sahabat – sahabat baru. Tapi, tak dapat aku ingkari bahwa aku merindukan kalian berdua dalam hari – hariku.
How I want to hug both of you,right now!
Love you both and always, I miss you J
Selamat berjuang sahabatku , raihlah mimpi – mimpi itu! Kelak kita akan bercerita panjang lebar mengenai keberhasilan kita nanti. <3 CFU

Regard.
Veno



Unordered List

Labels

About Me

Followers

Me :D

Me :D

Here I Am

Here I Am
@ravenoamaral on instagram

Advertising

Advertising

Half Of Me

Half Of Me
@hilmarhandy on Instagram

Pages

Raveno Amaral's blog. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 20 Oktober 2013


HAPPY BIRTHDAY ,Ghina Hamidah :) \(^^)/

Kamis, 17 Oktober 2013

Happiness, sadness, laughing, crying, and all of the other emotions that we may feel are complete us in life as a human. We have no reason to avoid them unless we want draw our life just with one color. Too monotone , isn’t it ?

In life, we’ll face many challenges to get and to be what we want and need. The challenges we may face may lead us to be stronger or even loser. In the name of “challenges”, the ways we’ll step would not always be easy and simply, sometimes the challenge may be so difficult and need more effort to resolve. One thing that we have to prepare is our faith.

I believe that all of us have a lot of dreams to achieve. The dream surely promises us happiness no matter what. So here, are the dream comes easily ? All i know that we have to fight and pursue to get it. Even it’s not just about what steps we’ll take, sometimes many problems come to us from every sides of our life that need our attention more and more and sometimes it will be full of tears.
I do believe in miracle after doing effort and praying.

 We meet with a lot of people, we talk and share to each other, be friend, and we know people’s characteristic. Having problem in social life is one of our challenges. If we manage the problem right, we may be a wise person. We have to select between what-is-right and what-is-wrong or we have to differentiate people between who-is-right and who-is-wrong, but that’s not our focus. We have to focus to create ourselves, how to make us to be accepted in social life surely by being us and no mask. By resolving problems with social in right way, we can call us mature.

Also in study field. We will find it hard to study all the time (unless you worth to) without refreshing your mind or without feeling bored. We have to be smart in managing our time to be beneficial.
In the other side of life such as family, our relationship-partner (If you have), even ourselves would have their own problems. We just need to pass it by doing the right and best things. We have to be strong if the problems are really hard enough, we may cry but we don’t have to cry even more, remember that we have to fight.

Laugh, laugh like we are happy all the time and have nothing to worry.
Smile to face everything to ease the life and spread happiness
Cry when the heart is hurt but keep on going
After all the things passed,all the steps have already stepped, after fighting and pursuing, we’ll find the shine, our dreams.

Like the rainbow, full of bright colors and let people to see its beauty.

Jumat, 20 September 2013




Hai. Sebenarnya aku sedang tidak berniat untuk menulis blog, namun sore ini sepulang praktikum dan baru saja masuk kekamar kos, listrik langsung mati. Fasilitas kos yang sederhana tanpa adanya jetset (bener ga nih ? hehe) menghasilkan kosan yang gelap gulita. Banyak kegiatan yang seharusnya dapat dilakukan, menjadi tertunda. Dalam situasi bingung harus berbuat apa, aku lihat gadget udah pada kehabisan energy semua. Cuma notebook yang dapat menyala dengan baterai yang hanya tinggal separuhnya.

Berhubung hari ini hari Jum’at, yaa bisa dibilang hari terakhir dalam minggu perkuliahan, bisa sedikit nyantai deh. Sedikit , karena besok dan juga Minggu selalu ada kemungkinan untuk kekampus. Sibuk ya J

Aku mau cerita nih kejadian hari ini. Mengenai praktikum farmakologi untuk pertama kalinya! Kemaren – kemaren udah dapet teorinya, untuk pemantapannya jadi ada praktikum agar dapat mengaplikasikan teori. Praktikum farmakologi ini menurutku seru, apalagi dengan menggunakan mencit, tikus, dan sebagainya sebagai hewan uji. Tapi karena pribadi setiap orang berbeda, ada juga yang menganggap praktikum farmakologi mengerikan.

Sebelum praktikum, paginya aku dan temen – temen sekelas ada dua kuliah yaitu Bahasa Indonesia dan Farmakologi II. Ada cerita lucu saat kuliah farmakologi II tadi pagi. Hari ini kami disuruh mempresentasikan obat – obat yang kami “pegang”. Obat – obat tersebut memiliki golongan – golongan tertentu. Nah! Yang kebagian tadi pagi itu obat – obat golongan estrogen dan progesterone. Yang megang obat golongan tersebut pada panic dong. Aku juga ! Aku ragu mengenai obat yang harus aku presentasikan. Kata Afiqh, itu juga termasuk estrogen, Afiqh bersikeras itu estrogen, sedangkan aku bersikeras bukan. Hahaa. Alhamdulillah aku ga harus maju. Yang paling teringat itu saat Febri maju, dia mempresentasikan mengenai Nova T , spiral yang dipasang dirahim wanita. Febri kan cowok, dan dia mempresentasikannya dengan gaya ala sales yang lagi nawarin produk. Saat temen – temen pada nanyain, dia bengong. Mengenai spiral tersebut, Afiqh sangat sangat tertarik banget dan banyak banget hal – hal kocak yang terlantur, apalagi saat ada gambar spiral didalam rahim (uterus) dengan benangnya yang menjulur panjang keluar. Katanya bisa dijadikan headset. -___-

Selesai kuliah, lanjut ke laboratorium steril untuk asistensi praktikum farmasetika II. Selanjutnya, siap – siap untuk memulai praktikum farmakologi pertama \(^^)/ . Aku sama Yeni sempet – sempetnya berfoto didepan laboratorium, padahal belum belajar dan lengkapin laporan. Heheheee

Yang namanya praktikum, selalu dimulai dengan responsi. Oh my God! Soal – soal responsinya menantang bangeeeet. Sebenarnya mudah,kalau bener – bener memahami. Tapi karena ini baru pertama, nilai kami sekelas rendah – rendah :D . Awalnya kami ngira pertanyaannya mengenai syarat hewan uji, macam – macam hewan uji, dan perhitungan dosis.
 Tapi yang ditanyakan ternyata adalah :
1.       Syarat – syarat dan macam – macam hewan uji (Alhamdulillah yang ini udah dipelajari)
2.       Bagaimana cara “membunuh” mencit ?
3.       Bagaimana cara pemberian obat intravena dan intraperitoneal pada mencit ?
4.       Perhitungan dosis ! (lupa soalnya , hehe)

Jawabannya :

1.       Syarat – syarat hewan uji, berdasarkan yang ada pada diktat dan searching :

-               Spesies dan variasi biologisnya harus jelas
-               Sehat dan bertingkah laku normal
-               Seragam (Umur , berat badan, dan jenis kelamin)
-               Terkondisi (Sanitasi, hewan tidak stress,dll)
-               Terbebas dari mikroorganisme pirogen
-               Memiliki kemampuan respon imunitas yang baik
-               Peka terhadap obat – obatan, sehingga efek dapat terlihat jelas
-                Mamalia, karena sebenarnya uji obat terhadap hewan dilakukan sebelum pengujian tingkat lanjut kepada manusia.

2.       Mengenai cara “membunuh” hewan uji terutama mencit.

Banyak banget tadi jawaban – jawaban yang menyimpang karena belum ngebaca materi sampai topik ini. Ada yang ngejawab dengan memberikan racun (kayak di sinetron jadinya. Hihiii), ada yang dengan langsung membantai atau menyembelih mencit langsung pada lehernya (Sadis!), dan ada yang baik hati bangeeet, yaitu dengan menghadapkan mencit kearah kiblat, baca basmallah, langsung sembelih (Terharu :’) ).

Jawabannya yang bener itu diantaranya :

-                Tekan leher mencit dengan menghadapkannya pada bidang datar dengan kuat dengan salah satu tangan (Tekannya pake ibu jari dan telunjuk yaa), disaat bersamaan, tarik kebelakang ekor mencit dengan kuat dan cepat (Kayak hentakan tiba – tiba gitu). Alhasil, it’s die. Cara ini yaitu untuk memutus nadi (bahasa awamnya nih) mencit, sama kayak halnya manusia, kalau mau dibunuh, cekik aja lehernya dan putar dengan keras dan cepat. ( I BEG YOU TO NEVER TRY THIS!)

-               Cara yang kedua, berikan anestesi dosis berlebih.

3.       Cara pemberian obat secara intravena pada mencit, yaitu melalui injeksi pada ekornya. Di ekor mencit, akan terlihat pembuluh vena yang berwarna agak putih, disitulah tempat diinjeksikan obat. Saat akan menginjeksi ekor mencit, mencit harus dimasukkan atau diletakkan terlebih dahulu pada tempat dimana mencit tidak akan bergerak apalagi berputar – putar, bentuknya seperti botol dengan kedua sisinya bolong.
Begini nih
Untuk pemberian peritoneal, kita harus memegang mencit ditangan kita. Ga asal pegang lho! Pertama kita pegang ekor mencit dengan tangan kanan, biarin mencit tersebut berusaha lari dan menjangkau kawat – kawat kandangnya. Dengan tangan kiri, menggunakan ibu jari dan telunjuk, jepit tengkuk mencit hingga kepalanya lurus dan sedikit tegang dari kepala hingga bagian bawah tubuhnya.Angkat. Pindahkan ekor mencit kesela – sela jari manis dan kelingking tangan kiri. Baru deh injeksikan spuit yang telah berisi cairan obat kerongga dibawah perut mencit. Hati – hati yaaa, perhatikan petunjuknya, jangan sampai salah injeksi! Ntar malah kena usus dan organ lain.

4.       Untuk perhitungan dosis, yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu mengenai satuan – satuannya. Misalnya : Satuan untuk berat badan yaitu Kg/BB . Satuan untuk dosis yaitu mg / Kg BB . VAO (Volume Administrasi Obat) dalam mL, dan sebagainya.
Setelah itu baru deh pahami rumusnya yang lumayan memusingkan. Untuk pembahasan dosis, nanti aja di postingan selanjutnya yaaa. Heheee

                                                                                  ----

tikus
Hal yang paling berkesan dari first pharmacological laboratory day ituuu ternyata menjinakkan dan memegang hewan uji itu ENGGAK GAMPANG! Harus gesit, ga boleh takut, ga boleh geli, terutama harus siap kena gigit.

mencit
Awalnya, untuk mencoba memegang hewan uji, rasanya gampang banget! Ternyata ? Banyak temen – temen pengen megang mencit mereka terlebih dahulu daripada tikus, aku dan beberapa orang teman justru mencoba memegang tikus terlebih dahulu. Oh my God! Tikus itu gesit banget buat ngehindar dan lari walaupun ekornya udah dipegang. Kalau mencit, lebih mudah disbanding tikus. Hal ini karena sifat antara mencit sama tikus itu berbeda. Mencit cenderung penakut, sedangkan tikus ga penakut sama sekali.

Sangat bersyukur ternyata mencit dan terutama tikus yang jadi milik kelompok aku sore itu pada jinak jinak dikit, kalau dielus – elus bulunya, mereka beneran tenang, alias ga stress karena kehadiran manusia dan dipegang – pegang. Sementara kelompok sebelah ? baca istigfar banyak – banyak deh! Tikusnya horror! Tikusnya bener – bener berani dan ngelawan kalau dipegang. Parahnya, banyak temen – temen aku tangannya berdarah – darah karena digigit tikus tersebut. Bayangin deh, gigi tikus itu gede dan tajam, kalau kena gigit, lumayan robek gitu kulitnya. Tangan temen – temen juga darahnya ga nyantai banget. Banyak yang penasaran untuk menaklukan tikus yang satu itu, alhasil, darah lagi.
Tangan Anshar yang digigit tikus

Ternyata,hipotesa mengenai kedua tikus yang berbeda sifat itu didasarkan pada perbedaan jenis kelamin. Tikus yang agak jinak punya aku ternyata betina, sementara yang agresif dan telah menggigit tangan temen – temen, itu tikus jantan.
Tangan Jihan


Kamis, 19 September 2013

Yeaaahh!! My days are back ! Being busy with my activities .

- Attending Lectures
- Doing Homeworks
- Laboratorium Days

 lot of books to read , lot of knowledge should be saved on my brain :)







Kamis, 12 September 2013

Hi ! It’s been more than a month since my last post.

Firstly, How are you? I wish you all just fine. Well, today I have to say happy birthday to my dear, Virghina Ristanti who is celebrating her 20 years birthday.
Best wishes

Happy Birthday,Virghina Ristanti \(^^)/ Semoga selalu berada didalam perlindungan-Nya dan hari – harinya semakin berkah. Semoga semua mimpi – mimpi indah yang telah digantungkan setinggi langit yang  ujungnya entah dimana itu akan tercapai. Sukses adalah harga mati,tak dapat ditawar, semoga dirimu mendapatkannya sesuai dengan usaha, doa , dan ikhtiar yang dilakukan,begitupun denganku, semoga kita semua mendapatkan sukses tersebut. Amiin

Sudah 20 tahun ya,Vir ? Waahh udah mulai memasuki remaja akhir yaaa J
Kalau mau menjadi remaja muda lagi, silakan kembali pada usia 13 tahun, usia disaat kita semua bertemu, terutama aku, kamu, dan Ghina Hamidah.

Tak terasa, kita telah berjalan bersama – sama selama lebih dari 7 tahun. Saat kita pertama bertemu hingga detik ini, semua kenangan indah kita tersusun rapi dalam memoriku dan mungkin tak akan pernah terhapus sedikitpun. Suka, duka, bahagia, marah, tangis, segala emosi telah pernah kita luapkan. Pernah terfikir olehku, mungkin kebersamaan kita hanya akan bertahan hingga jenjang sekolah, mungkin tawa canda kita hanya akan tinggal kenangan begitu kita mendapati dunia baru. Tapi aku salah, tak ada benarnya sama sekali. Kita, bertiga, terpisah oleh jarak dan waktu. Sangat lama. Sangat jauh. Tapi kita dekat, sangat dekat. Jika boleh aku mengibaratkannya, kalian bagaikan rumah kedua setelah keluarga bagiku.

Kenapa aku katakan rumah ?
Aku tau, kita tengah berada didalam pencarian masa depan, pengembangan intelektual serta diri, kita bahkan juga berada pada perasaan romantisme lawan jenis. Aku pergi kesana kemari untuk menemukan itu semua, kamu dan Ghina juga begitu. Kita telah berada pada jalan yang berbeda, jauh berbeda. Aku memiliki target – target dalam hidupku, kamu memiliki berbagai macam pencapaian yang harus kamu capai dalam hidupmu, Ghina memiliki mimpi – mimpi yang harus ia raih. Kita semua sama, berjuang untuk cita – cita kita. Tapi jalan kita berbeda, jarak dan waktu menjadi bukti perbedaan jalan kita. Namun, aku percaya satu hal bahwa nanti jalan yang berbeda ini akan membawa kita bertemu pada suatu  gerbang. Gerbang yang akan kita buka bertiga. Kita akan melihat bersama – sama, melihat diri kita yang telah berusaha dan telah memperoleh hasilnya. Kita akan saling menceritakan kisah, dimana perjuangan cita dan cinta telah membawa kita ke kebahagiaan dihari itu.

Sahabat, anggaplah aku rumah bagimu.
Silakan kau pergi berjuang atas cita dan cinta dengan kepercayaan yang ada pada jiwamu
Pergilah sejauh yang kau bisa, lepaskan semua anganmu
Jangan pernah merasa takut, aku selalu mendoakanmu
Tapi, saat kau lelah dan ingin beristirahat
atau saat kau ingin bercerita
datanglah padaku
Tenangkan  raga serta jiwa bersamaku
Jadikan aku tempat yang nyaman bagimu
                                                                                                -----

Aku teringat masa – masa awal kita bertemu. Pertama kali aku melihatmu. Saat usia kita 12 tahun.
Aku tengah berada diruangan kelas yang terletak dilantai dua salah satu gedung sekolah kita. Aku mencari tempat duduk untukku belajar mulai hari senin yang akan datang. Kamu datang dari arah luar, dengan gaya cuek serta gaya tomboy khasmu itu. Rambut gaya anak lelaki yang kamu miliki saat itu memang membuatku takut. Aku bergumam didalam hati “kenapa harus sekelas sama dia? Serem dan galak gitu kayaknya.” .

Awal – awal sekolah semua berjalan biasa. Kita hanya saling tahu nama, tidak mengenal. Namun kurang lebih satu bulan, kita menjalin hubungan yang jauh lebih dekat. Aku berterima kasih kepada hari ulang tahun Negara Indonesia ini, mendekatkan kita dengan perlombaannya. Apa kamu ingat ? Kita sama sama diminta untuk bermain tarik tambang dengan ukuran diameter tali yang besar. Obrolan pertama kita yaitu mengenai jam tangan. Jam tangan berwarna pink muda dengan gambar monyet ditengahnya, mengalihkan perhatianmu, membandingkannya dengan jam tangan kuning bercampur ungu yang kamu pakai hari itu. Kita berbicara,bercerita,dan dekat.

Apa kamu ingat ? Masih pada umur yang sama, diawal perkenalan, kita bersama – sama menunggu jadwal bimbingan belajar setelah sekolah usai. Kita bercerita dan bercanda mengenai tsunami, gempa, yang berujung pada kisah Ghina  - Dado yang kamu katakan mereka berlarian disuatu bukit bunga, saling berpelukan, hingga jatuh menggelinding kebawah. Aku ingat kerasnya tawa saat itu, ekspresi merah dan seakan ingin menarik leher orang hingga putus yang ditunjukkan Ghina.
Begitu banyak canda dan tawa yang ingin kutulis disini, tapi aku sadar, hingga berhari – haripun, tulisan yang hanya mengenai canda tawa kita takkan pernah bisa selesai. Sangat banyak kenangan indah itu.
Luapan emosi negative juga tak dapat kita hindari. Kamu pernah marah besar kepadaku. Perkara handphone yang pecah olehku dan Mely, tapi semua telah jelas duduk perkaranya. Omongan – omongan dibelakang yang memang tidak bagus,saat kamu tau itu, kamu marah dan menunjukkan sikap kecewa yang begitu besar. Sungguh saat itu aku begitu menyesal.
Kesedihan juga tak pernah lepas dari kita. Baik itu dalam urusan sekolah bahkan cinta. Namun, kita bertiga selalu saling menguatkan.

Kini, kesibukan kita semakin mengurangi komunikasi antara kita. Tapi tetap, kita bertiga selalu menjadi rumah bagi satu sama lain. Bahkan ketika salah satu diantara kita mengalami masalah, kita semua turut merasakannya, bahkan kita selalu memikirkan cara- cara untuk menanggulanginya. Aku memiliki teman – teman dan sahabat – sahabat baru, aku sering menghabiskan waktu bersama mereka, mereka juga bagaikan keluarga bagiku. Kamu, Ghina, juga begitu. Memiliki teman dan sahabat – sahabat baru. Tapi, tak dapat aku ingkari bahwa aku merindukan kalian berdua dalam hari – hariku.
How I want to hug both of you,right now!
Love you both and always, I miss you J
Selamat berjuang sahabatku , raihlah mimpi – mimpi itu! Kelak kita akan bercerita panjang lebar mengenai keberhasilan kita nanti. <3 CFU

Regard.
Veno