Thank You

Hai :) Thank you for visiting my blog . I wish everything i wrote will be so much usefull

Total Tayangan Halaman

Friend of life

Friend of life
hilmarhandy (ig)

Sebuah Surat Untuk Yang Berulang Tahun

Diposting oleh Unknown di 23.19
Hi ! It’s been more than a month since my last post.

Firstly, How are you? I wish you all just fine. Well, today I have to say happy birthday to my dear, Virghina Ristanti who is celebrating her 20 years birthday.
Best wishes

Happy Birthday,Virghina Ristanti \(^^)/ Semoga selalu berada didalam perlindungan-Nya dan hari – harinya semakin berkah. Semoga semua mimpi – mimpi indah yang telah digantungkan setinggi langit yang  ujungnya entah dimana itu akan tercapai. Sukses adalah harga mati,tak dapat ditawar, semoga dirimu mendapatkannya sesuai dengan usaha, doa , dan ikhtiar yang dilakukan,begitupun denganku, semoga kita semua mendapatkan sukses tersebut. Amiin

Sudah 20 tahun ya,Vir ? Waahh udah mulai memasuki remaja akhir yaaa J
Kalau mau menjadi remaja muda lagi, silakan kembali pada usia 13 tahun, usia disaat kita semua bertemu, terutama aku, kamu, dan Ghina Hamidah.

Tak terasa, kita telah berjalan bersama – sama selama lebih dari 7 tahun. Saat kita pertama bertemu hingga detik ini, semua kenangan indah kita tersusun rapi dalam memoriku dan mungkin tak akan pernah terhapus sedikitpun. Suka, duka, bahagia, marah, tangis, segala emosi telah pernah kita luapkan. Pernah terfikir olehku, mungkin kebersamaan kita hanya akan bertahan hingga jenjang sekolah, mungkin tawa canda kita hanya akan tinggal kenangan begitu kita mendapati dunia baru. Tapi aku salah, tak ada benarnya sama sekali. Kita, bertiga, terpisah oleh jarak dan waktu. Sangat lama. Sangat jauh. Tapi kita dekat, sangat dekat. Jika boleh aku mengibaratkannya, kalian bagaikan rumah kedua setelah keluarga bagiku.

Kenapa aku katakan rumah ?
Aku tau, kita tengah berada didalam pencarian masa depan, pengembangan intelektual serta diri, kita bahkan juga berada pada perasaan romantisme lawan jenis. Aku pergi kesana kemari untuk menemukan itu semua, kamu dan Ghina juga begitu. Kita telah berada pada jalan yang berbeda, jauh berbeda. Aku memiliki target – target dalam hidupku, kamu memiliki berbagai macam pencapaian yang harus kamu capai dalam hidupmu, Ghina memiliki mimpi – mimpi yang harus ia raih. Kita semua sama, berjuang untuk cita – cita kita. Tapi jalan kita berbeda, jarak dan waktu menjadi bukti perbedaan jalan kita. Namun, aku percaya satu hal bahwa nanti jalan yang berbeda ini akan membawa kita bertemu pada suatu  gerbang. Gerbang yang akan kita buka bertiga. Kita akan melihat bersama – sama, melihat diri kita yang telah berusaha dan telah memperoleh hasilnya. Kita akan saling menceritakan kisah, dimana perjuangan cita dan cinta telah membawa kita ke kebahagiaan dihari itu.

Sahabat, anggaplah aku rumah bagimu.
Silakan kau pergi berjuang atas cita dan cinta dengan kepercayaan yang ada pada jiwamu
Pergilah sejauh yang kau bisa, lepaskan semua anganmu
Jangan pernah merasa takut, aku selalu mendoakanmu
Tapi, saat kau lelah dan ingin beristirahat
atau saat kau ingin bercerita
datanglah padaku
Tenangkan  raga serta jiwa bersamaku
Jadikan aku tempat yang nyaman bagimu
                                                                                                -----

Aku teringat masa – masa awal kita bertemu. Pertama kali aku melihatmu. Saat usia kita 12 tahun.
Aku tengah berada diruangan kelas yang terletak dilantai dua salah satu gedung sekolah kita. Aku mencari tempat duduk untukku belajar mulai hari senin yang akan datang. Kamu datang dari arah luar, dengan gaya cuek serta gaya tomboy khasmu itu. Rambut gaya anak lelaki yang kamu miliki saat itu memang membuatku takut. Aku bergumam didalam hati “kenapa harus sekelas sama dia? Serem dan galak gitu kayaknya.” .

Awal – awal sekolah semua berjalan biasa. Kita hanya saling tahu nama, tidak mengenal. Namun kurang lebih satu bulan, kita menjalin hubungan yang jauh lebih dekat. Aku berterima kasih kepada hari ulang tahun Negara Indonesia ini, mendekatkan kita dengan perlombaannya. Apa kamu ingat ? Kita sama sama diminta untuk bermain tarik tambang dengan ukuran diameter tali yang besar. Obrolan pertama kita yaitu mengenai jam tangan. Jam tangan berwarna pink muda dengan gambar monyet ditengahnya, mengalihkan perhatianmu, membandingkannya dengan jam tangan kuning bercampur ungu yang kamu pakai hari itu. Kita berbicara,bercerita,dan dekat.

Apa kamu ingat ? Masih pada umur yang sama, diawal perkenalan, kita bersama – sama menunggu jadwal bimbingan belajar setelah sekolah usai. Kita bercerita dan bercanda mengenai tsunami, gempa, yang berujung pada kisah Ghina  - Dado yang kamu katakan mereka berlarian disuatu bukit bunga, saling berpelukan, hingga jatuh menggelinding kebawah. Aku ingat kerasnya tawa saat itu, ekspresi merah dan seakan ingin menarik leher orang hingga putus yang ditunjukkan Ghina.
Begitu banyak canda dan tawa yang ingin kutulis disini, tapi aku sadar, hingga berhari – haripun, tulisan yang hanya mengenai canda tawa kita takkan pernah bisa selesai. Sangat banyak kenangan indah itu.
Luapan emosi negative juga tak dapat kita hindari. Kamu pernah marah besar kepadaku. Perkara handphone yang pecah olehku dan Mely, tapi semua telah jelas duduk perkaranya. Omongan – omongan dibelakang yang memang tidak bagus,saat kamu tau itu, kamu marah dan menunjukkan sikap kecewa yang begitu besar. Sungguh saat itu aku begitu menyesal.
Kesedihan juga tak pernah lepas dari kita. Baik itu dalam urusan sekolah bahkan cinta. Namun, kita bertiga selalu saling menguatkan.

Kini, kesibukan kita semakin mengurangi komunikasi antara kita. Tapi tetap, kita bertiga selalu menjadi rumah bagi satu sama lain. Bahkan ketika salah satu diantara kita mengalami masalah, kita semua turut merasakannya, bahkan kita selalu memikirkan cara- cara untuk menanggulanginya. Aku memiliki teman – teman dan sahabat – sahabat baru, aku sering menghabiskan waktu bersama mereka, mereka juga bagaikan keluarga bagiku. Kamu, Ghina, juga begitu. Memiliki teman dan sahabat – sahabat baru. Tapi, tak dapat aku ingkari bahwa aku merindukan kalian berdua dalam hari – hariku.
How I want to hug both of you,right now!
Love you both and always, I miss you J
Selamat berjuang sahabatku , raihlah mimpi – mimpi itu! Kelak kita akan bercerita panjang lebar mengenai keberhasilan kita nanti. <3 CFU

Regard.
Veno



0 komentar on "Sebuah Surat Untuk Yang Berulang Tahun"

Unordered List

Labels

About Me

Followers

Me :D

Me :D

Here I Am

Here I Am
@ravenoamaral on instagram

Advertising

Advertising

Half Of Me

Half Of Me
@hilmarhandy on Instagram

Pages

Raveno Amaral's blog. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 12 September 2013

Hi ! It’s been more than a month since my last post.

Firstly, How are you? I wish you all just fine. Well, today I have to say happy birthday to my dear, Virghina Ristanti who is celebrating her 20 years birthday.
Best wishes

Happy Birthday,Virghina Ristanti \(^^)/ Semoga selalu berada didalam perlindungan-Nya dan hari – harinya semakin berkah. Semoga semua mimpi – mimpi indah yang telah digantungkan setinggi langit yang  ujungnya entah dimana itu akan tercapai. Sukses adalah harga mati,tak dapat ditawar, semoga dirimu mendapatkannya sesuai dengan usaha, doa , dan ikhtiar yang dilakukan,begitupun denganku, semoga kita semua mendapatkan sukses tersebut. Amiin

Sudah 20 tahun ya,Vir ? Waahh udah mulai memasuki remaja akhir yaaa J
Kalau mau menjadi remaja muda lagi, silakan kembali pada usia 13 tahun, usia disaat kita semua bertemu, terutama aku, kamu, dan Ghina Hamidah.

Tak terasa, kita telah berjalan bersama – sama selama lebih dari 7 tahun. Saat kita pertama bertemu hingga detik ini, semua kenangan indah kita tersusun rapi dalam memoriku dan mungkin tak akan pernah terhapus sedikitpun. Suka, duka, bahagia, marah, tangis, segala emosi telah pernah kita luapkan. Pernah terfikir olehku, mungkin kebersamaan kita hanya akan bertahan hingga jenjang sekolah, mungkin tawa canda kita hanya akan tinggal kenangan begitu kita mendapati dunia baru. Tapi aku salah, tak ada benarnya sama sekali. Kita, bertiga, terpisah oleh jarak dan waktu. Sangat lama. Sangat jauh. Tapi kita dekat, sangat dekat. Jika boleh aku mengibaratkannya, kalian bagaikan rumah kedua setelah keluarga bagiku.

Kenapa aku katakan rumah ?
Aku tau, kita tengah berada didalam pencarian masa depan, pengembangan intelektual serta diri, kita bahkan juga berada pada perasaan romantisme lawan jenis. Aku pergi kesana kemari untuk menemukan itu semua, kamu dan Ghina juga begitu. Kita telah berada pada jalan yang berbeda, jauh berbeda. Aku memiliki target – target dalam hidupku, kamu memiliki berbagai macam pencapaian yang harus kamu capai dalam hidupmu, Ghina memiliki mimpi – mimpi yang harus ia raih. Kita semua sama, berjuang untuk cita – cita kita. Tapi jalan kita berbeda, jarak dan waktu menjadi bukti perbedaan jalan kita. Namun, aku percaya satu hal bahwa nanti jalan yang berbeda ini akan membawa kita bertemu pada suatu  gerbang. Gerbang yang akan kita buka bertiga. Kita akan melihat bersama – sama, melihat diri kita yang telah berusaha dan telah memperoleh hasilnya. Kita akan saling menceritakan kisah, dimana perjuangan cita dan cinta telah membawa kita ke kebahagiaan dihari itu.

Sahabat, anggaplah aku rumah bagimu.
Silakan kau pergi berjuang atas cita dan cinta dengan kepercayaan yang ada pada jiwamu
Pergilah sejauh yang kau bisa, lepaskan semua anganmu
Jangan pernah merasa takut, aku selalu mendoakanmu
Tapi, saat kau lelah dan ingin beristirahat
atau saat kau ingin bercerita
datanglah padaku
Tenangkan  raga serta jiwa bersamaku
Jadikan aku tempat yang nyaman bagimu
                                                                                                -----

Aku teringat masa – masa awal kita bertemu. Pertama kali aku melihatmu. Saat usia kita 12 tahun.
Aku tengah berada diruangan kelas yang terletak dilantai dua salah satu gedung sekolah kita. Aku mencari tempat duduk untukku belajar mulai hari senin yang akan datang. Kamu datang dari arah luar, dengan gaya cuek serta gaya tomboy khasmu itu. Rambut gaya anak lelaki yang kamu miliki saat itu memang membuatku takut. Aku bergumam didalam hati “kenapa harus sekelas sama dia? Serem dan galak gitu kayaknya.” .

Awal – awal sekolah semua berjalan biasa. Kita hanya saling tahu nama, tidak mengenal. Namun kurang lebih satu bulan, kita menjalin hubungan yang jauh lebih dekat. Aku berterima kasih kepada hari ulang tahun Negara Indonesia ini, mendekatkan kita dengan perlombaannya. Apa kamu ingat ? Kita sama sama diminta untuk bermain tarik tambang dengan ukuran diameter tali yang besar. Obrolan pertama kita yaitu mengenai jam tangan. Jam tangan berwarna pink muda dengan gambar monyet ditengahnya, mengalihkan perhatianmu, membandingkannya dengan jam tangan kuning bercampur ungu yang kamu pakai hari itu. Kita berbicara,bercerita,dan dekat.

Apa kamu ingat ? Masih pada umur yang sama, diawal perkenalan, kita bersama – sama menunggu jadwal bimbingan belajar setelah sekolah usai. Kita bercerita dan bercanda mengenai tsunami, gempa, yang berujung pada kisah Ghina  - Dado yang kamu katakan mereka berlarian disuatu bukit bunga, saling berpelukan, hingga jatuh menggelinding kebawah. Aku ingat kerasnya tawa saat itu, ekspresi merah dan seakan ingin menarik leher orang hingga putus yang ditunjukkan Ghina.
Begitu banyak canda dan tawa yang ingin kutulis disini, tapi aku sadar, hingga berhari – haripun, tulisan yang hanya mengenai canda tawa kita takkan pernah bisa selesai. Sangat banyak kenangan indah itu.
Luapan emosi negative juga tak dapat kita hindari. Kamu pernah marah besar kepadaku. Perkara handphone yang pecah olehku dan Mely, tapi semua telah jelas duduk perkaranya. Omongan – omongan dibelakang yang memang tidak bagus,saat kamu tau itu, kamu marah dan menunjukkan sikap kecewa yang begitu besar. Sungguh saat itu aku begitu menyesal.
Kesedihan juga tak pernah lepas dari kita. Baik itu dalam urusan sekolah bahkan cinta. Namun, kita bertiga selalu saling menguatkan.

Kini, kesibukan kita semakin mengurangi komunikasi antara kita. Tapi tetap, kita bertiga selalu menjadi rumah bagi satu sama lain. Bahkan ketika salah satu diantara kita mengalami masalah, kita semua turut merasakannya, bahkan kita selalu memikirkan cara- cara untuk menanggulanginya. Aku memiliki teman – teman dan sahabat – sahabat baru, aku sering menghabiskan waktu bersama mereka, mereka juga bagaikan keluarga bagiku. Kamu, Ghina, juga begitu. Memiliki teman dan sahabat – sahabat baru. Tapi, tak dapat aku ingkari bahwa aku merindukan kalian berdua dalam hari – hariku.
How I want to hug both of you,right now!
Love you both and always, I miss you J
Selamat berjuang sahabatku , raihlah mimpi – mimpi itu! Kelak kita akan bercerita panjang lebar mengenai keberhasilan kita nanti. <3 CFU

Regard.
Veno



Categories:

0 komentar: