Thank You

Hai :) Thank you for visiting my blog . I wish everything i wrote will be so much usefull

Total Tayangan Halaman

Friend of life

Friend of life
hilmarhandy (ig)

First Day For Pharmacology Laboratorium Days

Diposting oleh Unknown di 10.25



Hai. Sebenarnya aku sedang tidak berniat untuk menulis blog, namun sore ini sepulang praktikum dan baru saja masuk kekamar kos, listrik langsung mati. Fasilitas kos yang sederhana tanpa adanya jetset (bener ga nih ? hehe) menghasilkan kosan yang gelap gulita. Banyak kegiatan yang seharusnya dapat dilakukan, menjadi tertunda. Dalam situasi bingung harus berbuat apa, aku lihat gadget udah pada kehabisan energy semua. Cuma notebook yang dapat menyala dengan baterai yang hanya tinggal separuhnya.

Berhubung hari ini hari Jum’at, yaa bisa dibilang hari terakhir dalam minggu perkuliahan, bisa sedikit nyantai deh. Sedikit , karena besok dan juga Minggu selalu ada kemungkinan untuk kekampus. Sibuk ya J

Aku mau cerita nih kejadian hari ini. Mengenai praktikum farmakologi untuk pertama kalinya! Kemaren – kemaren udah dapet teorinya, untuk pemantapannya jadi ada praktikum agar dapat mengaplikasikan teori. Praktikum farmakologi ini menurutku seru, apalagi dengan menggunakan mencit, tikus, dan sebagainya sebagai hewan uji. Tapi karena pribadi setiap orang berbeda, ada juga yang menganggap praktikum farmakologi mengerikan.

Sebelum praktikum, paginya aku dan temen – temen sekelas ada dua kuliah yaitu Bahasa Indonesia dan Farmakologi II. Ada cerita lucu saat kuliah farmakologi II tadi pagi. Hari ini kami disuruh mempresentasikan obat – obat yang kami “pegang”. Obat – obat tersebut memiliki golongan – golongan tertentu. Nah! Yang kebagian tadi pagi itu obat – obat golongan estrogen dan progesterone. Yang megang obat golongan tersebut pada panic dong. Aku juga ! Aku ragu mengenai obat yang harus aku presentasikan. Kata Afiqh, itu juga termasuk estrogen, Afiqh bersikeras itu estrogen, sedangkan aku bersikeras bukan. Hahaa. Alhamdulillah aku ga harus maju. Yang paling teringat itu saat Febri maju, dia mempresentasikan mengenai Nova T , spiral yang dipasang dirahim wanita. Febri kan cowok, dan dia mempresentasikannya dengan gaya ala sales yang lagi nawarin produk. Saat temen – temen pada nanyain, dia bengong. Mengenai spiral tersebut, Afiqh sangat sangat tertarik banget dan banyak banget hal – hal kocak yang terlantur, apalagi saat ada gambar spiral didalam rahim (uterus) dengan benangnya yang menjulur panjang keluar. Katanya bisa dijadikan headset. -___-

Selesai kuliah, lanjut ke laboratorium steril untuk asistensi praktikum farmasetika II. Selanjutnya, siap – siap untuk memulai praktikum farmakologi pertama \(^^)/ . Aku sama Yeni sempet – sempetnya berfoto didepan laboratorium, padahal belum belajar dan lengkapin laporan. Heheheee

Yang namanya praktikum, selalu dimulai dengan responsi. Oh my God! Soal – soal responsinya menantang bangeeeet. Sebenarnya mudah,kalau bener – bener memahami. Tapi karena ini baru pertama, nilai kami sekelas rendah – rendah :D . Awalnya kami ngira pertanyaannya mengenai syarat hewan uji, macam – macam hewan uji, dan perhitungan dosis.
 Tapi yang ditanyakan ternyata adalah :
1.       Syarat – syarat dan macam – macam hewan uji (Alhamdulillah yang ini udah dipelajari)
2.       Bagaimana cara “membunuh” mencit ?
3.       Bagaimana cara pemberian obat intravena dan intraperitoneal pada mencit ?
4.       Perhitungan dosis ! (lupa soalnya , hehe)

Jawabannya :

1.       Syarat – syarat hewan uji, berdasarkan yang ada pada diktat dan searching :

-               Spesies dan variasi biologisnya harus jelas
-               Sehat dan bertingkah laku normal
-               Seragam (Umur , berat badan, dan jenis kelamin)
-               Terkondisi (Sanitasi, hewan tidak stress,dll)
-               Terbebas dari mikroorganisme pirogen
-               Memiliki kemampuan respon imunitas yang baik
-               Peka terhadap obat – obatan, sehingga efek dapat terlihat jelas
-                Mamalia, karena sebenarnya uji obat terhadap hewan dilakukan sebelum pengujian tingkat lanjut kepada manusia.

2.       Mengenai cara “membunuh” hewan uji terutama mencit.

Banyak banget tadi jawaban – jawaban yang menyimpang karena belum ngebaca materi sampai topik ini. Ada yang ngejawab dengan memberikan racun (kayak di sinetron jadinya. Hihiii), ada yang dengan langsung membantai atau menyembelih mencit langsung pada lehernya (Sadis!), dan ada yang baik hati bangeeet, yaitu dengan menghadapkan mencit kearah kiblat, baca basmallah, langsung sembelih (Terharu :’) ).

Jawabannya yang bener itu diantaranya :

-                Tekan leher mencit dengan menghadapkannya pada bidang datar dengan kuat dengan salah satu tangan (Tekannya pake ibu jari dan telunjuk yaa), disaat bersamaan, tarik kebelakang ekor mencit dengan kuat dan cepat (Kayak hentakan tiba – tiba gitu). Alhasil, it’s die. Cara ini yaitu untuk memutus nadi (bahasa awamnya nih) mencit, sama kayak halnya manusia, kalau mau dibunuh, cekik aja lehernya dan putar dengan keras dan cepat. ( I BEG YOU TO NEVER TRY THIS!)

-               Cara yang kedua, berikan anestesi dosis berlebih.

3.       Cara pemberian obat secara intravena pada mencit, yaitu melalui injeksi pada ekornya. Di ekor mencit, akan terlihat pembuluh vena yang berwarna agak putih, disitulah tempat diinjeksikan obat. Saat akan menginjeksi ekor mencit, mencit harus dimasukkan atau diletakkan terlebih dahulu pada tempat dimana mencit tidak akan bergerak apalagi berputar – putar, bentuknya seperti botol dengan kedua sisinya bolong.
Begini nih
Untuk pemberian peritoneal, kita harus memegang mencit ditangan kita. Ga asal pegang lho! Pertama kita pegang ekor mencit dengan tangan kanan, biarin mencit tersebut berusaha lari dan menjangkau kawat – kawat kandangnya. Dengan tangan kiri, menggunakan ibu jari dan telunjuk, jepit tengkuk mencit hingga kepalanya lurus dan sedikit tegang dari kepala hingga bagian bawah tubuhnya.Angkat. Pindahkan ekor mencit kesela – sela jari manis dan kelingking tangan kiri. Baru deh injeksikan spuit yang telah berisi cairan obat kerongga dibawah perut mencit. Hati – hati yaaa, perhatikan petunjuknya, jangan sampai salah injeksi! Ntar malah kena usus dan organ lain.

4.       Untuk perhitungan dosis, yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu mengenai satuan – satuannya. Misalnya : Satuan untuk berat badan yaitu Kg/BB . Satuan untuk dosis yaitu mg / Kg BB . VAO (Volume Administrasi Obat) dalam mL, dan sebagainya.
Setelah itu baru deh pahami rumusnya yang lumayan memusingkan. Untuk pembahasan dosis, nanti aja di postingan selanjutnya yaaa. Heheee

                                                                                  ----

tikus
Hal yang paling berkesan dari first pharmacological laboratory day ituuu ternyata menjinakkan dan memegang hewan uji itu ENGGAK GAMPANG! Harus gesit, ga boleh takut, ga boleh geli, terutama harus siap kena gigit.

mencit
Awalnya, untuk mencoba memegang hewan uji, rasanya gampang banget! Ternyata ? Banyak temen – temen pengen megang mencit mereka terlebih dahulu daripada tikus, aku dan beberapa orang teman justru mencoba memegang tikus terlebih dahulu. Oh my God! Tikus itu gesit banget buat ngehindar dan lari walaupun ekornya udah dipegang. Kalau mencit, lebih mudah disbanding tikus. Hal ini karena sifat antara mencit sama tikus itu berbeda. Mencit cenderung penakut, sedangkan tikus ga penakut sama sekali.

Sangat bersyukur ternyata mencit dan terutama tikus yang jadi milik kelompok aku sore itu pada jinak jinak dikit, kalau dielus – elus bulunya, mereka beneran tenang, alias ga stress karena kehadiran manusia dan dipegang – pegang. Sementara kelompok sebelah ? baca istigfar banyak – banyak deh! Tikusnya horror! Tikusnya bener – bener berani dan ngelawan kalau dipegang. Parahnya, banyak temen – temen aku tangannya berdarah – darah karena digigit tikus tersebut. Bayangin deh, gigi tikus itu gede dan tajam, kalau kena gigit, lumayan robek gitu kulitnya. Tangan temen – temen juga darahnya ga nyantai banget. Banyak yang penasaran untuk menaklukan tikus yang satu itu, alhasil, darah lagi.
Tangan Anshar yang digigit tikus

Ternyata,hipotesa mengenai kedua tikus yang berbeda sifat itu didasarkan pada perbedaan jenis kelamin. Tikus yang agak jinak punya aku ternyata betina, sementara yang agresif dan telah menggigit tangan temen – temen, itu tikus jantan.
Tangan Jihan


0 komentar on "First Day For Pharmacology Laboratorium Days"

Unordered List

Labels

About Me

Followers

Me :D

Me :D

Here I Am

Here I Am
@ravenoamaral on instagram

Advertising

Advertising

Half Of Me

Half Of Me
@hilmarhandy on Instagram

Pages

Raveno Amaral's blog. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 20 September 2013




Hai. Sebenarnya aku sedang tidak berniat untuk menulis blog, namun sore ini sepulang praktikum dan baru saja masuk kekamar kos, listrik langsung mati. Fasilitas kos yang sederhana tanpa adanya jetset (bener ga nih ? hehe) menghasilkan kosan yang gelap gulita. Banyak kegiatan yang seharusnya dapat dilakukan, menjadi tertunda. Dalam situasi bingung harus berbuat apa, aku lihat gadget udah pada kehabisan energy semua. Cuma notebook yang dapat menyala dengan baterai yang hanya tinggal separuhnya.

Berhubung hari ini hari Jum’at, yaa bisa dibilang hari terakhir dalam minggu perkuliahan, bisa sedikit nyantai deh. Sedikit , karena besok dan juga Minggu selalu ada kemungkinan untuk kekampus. Sibuk ya J

Aku mau cerita nih kejadian hari ini. Mengenai praktikum farmakologi untuk pertama kalinya! Kemaren – kemaren udah dapet teorinya, untuk pemantapannya jadi ada praktikum agar dapat mengaplikasikan teori. Praktikum farmakologi ini menurutku seru, apalagi dengan menggunakan mencit, tikus, dan sebagainya sebagai hewan uji. Tapi karena pribadi setiap orang berbeda, ada juga yang menganggap praktikum farmakologi mengerikan.

Sebelum praktikum, paginya aku dan temen – temen sekelas ada dua kuliah yaitu Bahasa Indonesia dan Farmakologi II. Ada cerita lucu saat kuliah farmakologi II tadi pagi. Hari ini kami disuruh mempresentasikan obat – obat yang kami “pegang”. Obat – obat tersebut memiliki golongan – golongan tertentu. Nah! Yang kebagian tadi pagi itu obat – obat golongan estrogen dan progesterone. Yang megang obat golongan tersebut pada panic dong. Aku juga ! Aku ragu mengenai obat yang harus aku presentasikan. Kata Afiqh, itu juga termasuk estrogen, Afiqh bersikeras itu estrogen, sedangkan aku bersikeras bukan. Hahaa. Alhamdulillah aku ga harus maju. Yang paling teringat itu saat Febri maju, dia mempresentasikan mengenai Nova T , spiral yang dipasang dirahim wanita. Febri kan cowok, dan dia mempresentasikannya dengan gaya ala sales yang lagi nawarin produk. Saat temen – temen pada nanyain, dia bengong. Mengenai spiral tersebut, Afiqh sangat sangat tertarik banget dan banyak banget hal – hal kocak yang terlantur, apalagi saat ada gambar spiral didalam rahim (uterus) dengan benangnya yang menjulur panjang keluar. Katanya bisa dijadikan headset. -___-

Selesai kuliah, lanjut ke laboratorium steril untuk asistensi praktikum farmasetika II. Selanjutnya, siap – siap untuk memulai praktikum farmakologi pertama \(^^)/ . Aku sama Yeni sempet – sempetnya berfoto didepan laboratorium, padahal belum belajar dan lengkapin laporan. Heheheee

Yang namanya praktikum, selalu dimulai dengan responsi. Oh my God! Soal – soal responsinya menantang bangeeeet. Sebenarnya mudah,kalau bener – bener memahami. Tapi karena ini baru pertama, nilai kami sekelas rendah – rendah :D . Awalnya kami ngira pertanyaannya mengenai syarat hewan uji, macam – macam hewan uji, dan perhitungan dosis.
 Tapi yang ditanyakan ternyata adalah :
1.       Syarat – syarat dan macam – macam hewan uji (Alhamdulillah yang ini udah dipelajari)
2.       Bagaimana cara “membunuh” mencit ?
3.       Bagaimana cara pemberian obat intravena dan intraperitoneal pada mencit ?
4.       Perhitungan dosis ! (lupa soalnya , hehe)

Jawabannya :

1.       Syarat – syarat hewan uji, berdasarkan yang ada pada diktat dan searching :

-               Spesies dan variasi biologisnya harus jelas
-               Sehat dan bertingkah laku normal
-               Seragam (Umur , berat badan, dan jenis kelamin)
-               Terkondisi (Sanitasi, hewan tidak stress,dll)
-               Terbebas dari mikroorganisme pirogen
-               Memiliki kemampuan respon imunitas yang baik
-               Peka terhadap obat – obatan, sehingga efek dapat terlihat jelas
-                Mamalia, karena sebenarnya uji obat terhadap hewan dilakukan sebelum pengujian tingkat lanjut kepada manusia.

2.       Mengenai cara “membunuh” hewan uji terutama mencit.

Banyak banget tadi jawaban – jawaban yang menyimpang karena belum ngebaca materi sampai topik ini. Ada yang ngejawab dengan memberikan racun (kayak di sinetron jadinya. Hihiii), ada yang dengan langsung membantai atau menyembelih mencit langsung pada lehernya (Sadis!), dan ada yang baik hati bangeeet, yaitu dengan menghadapkan mencit kearah kiblat, baca basmallah, langsung sembelih (Terharu :’) ).

Jawabannya yang bener itu diantaranya :

-                Tekan leher mencit dengan menghadapkannya pada bidang datar dengan kuat dengan salah satu tangan (Tekannya pake ibu jari dan telunjuk yaa), disaat bersamaan, tarik kebelakang ekor mencit dengan kuat dan cepat (Kayak hentakan tiba – tiba gitu). Alhasil, it’s die. Cara ini yaitu untuk memutus nadi (bahasa awamnya nih) mencit, sama kayak halnya manusia, kalau mau dibunuh, cekik aja lehernya dan putar dengan keras dan cepat. ( I BEG YOU TO NEVER TRY THIS!)

-               Cara yang kedua, berikan anestesi dosis berlebih.

3.       Cara pemberian obat secara intravena pada mencit, yaitu melalui injeksi pada ekornya. Di ekor mencit, akan terlihat pembuluh vena yang berwarna agak putih, disitulah tempat diinjeksikan obat. Saat akan menginjeksi ekor mencit, mencit harus dimasukkan atau diletakkan terlebih dahulu pada tempat dimana mencit tidak akan bergerak apalagi berputar – putar, bentuknya seperti botol dengan kedua sisinya bolong.
Begini nih
Untuk pemberian peritoneal, kita harus memegang mencit ditangan kita. Ga asal pegang lho! Pertama kita pegang ekor mencit dengan tangan kanan, biarin mencit tersebut berusaha lari dan menjangkau kawat – kawat kandangnya. Dengan tangan kiri, menggunakan ibu jari dan telunjuk, jepit tengkuk mencit hingga kepalanya lurus dan sedikit tegang dari kepala hingga bagian bawah tubuhnya.Angkat. Pindahkan ekor mencit kesela – sela jari manis dan kelingking tangan kiri. Baru deh injeksikan spuit yang telah berisi cairan obat kerongga dibawah perut mencit. Hati – hati yaaa, perhatikan petunjuknya, jangan sampai salah injeksi! Ntar malah kena usus dan organ lain.

4.       Untuk perhitungan dosis, yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu mengenai satuan – satuannya. Misalnya : Satuan untuk berat badan yaitu Kg/BB . Satuan untuk dosis yaitu mg / Kg BB . VAO (Volume Administrasi Obat) dalam mL, dan sebagainya.
Setelah itu baru deh pahami rumusnya yang lumayan memusingkan. Untuk pembahasan dosis, nanti aja di postingan selanjutnya yaaa. Heheee

                                                                                  ----

tikus
Hal yang paling berkesan dari first pharmacological laboratory day ituuu ternyata menjinakkan dan memegang hewan uji itu ENGGAK GAMPANG! Harus gesit, ga boleh takut, ga boleh geli, terutama harus siap kena gigit.

mencit
Awalnya, untuk mencoba memegang hewan uji, rasanya gampang banget! Ternyata ? Banyak temen – temen pengen megang mencit mereka terlebih dahulu daripada tikus, aku dan beberapa orang teman justru mencoba memegang tikus terlebih dahulu. Oh my God! Tikus itu gesit banget buat ngehindar dan lari walaupun ekornya udah dipegang. Kalau mencit, lebih mudah disbanding tikus. Hal ini karena sifat antara mencit sama tikus itu berbeda. Mencit cenderung penakut, sedangkan tikus ga penakut sama sekali.

Sangat bersyukur ternyata mencit dan terutama tikus yang jadi milik kelompok aku sore itu pada jinak jinak dikit, kalau dielus – elus bulunya, mereka beneran tenang, alias ga stress karena kehadiran manusia dan dipegang – pegang. Sementara kelompok sebelah ? baca istigfar banyak – banyak deh! Tikusnya horror! Tikusnya bener – bener berani dan ngelawan kalau dipegang. Parahnya, banyak temen – temen aku tangannya berdarah – darah karena digigit tikus tersebut. Bayangin deh, gigi tikus itu gede dan tajam, kalau kena gigit, lumayan robek gitu kulitnya. Tangan temen – temen juga darahnya ga nyantai banget. Banyak yang penasaran untuk menaklukan tikus yang satu itu, alhasil, darah lagi.
Tangan Anshar yang digigit tikus

Ternyata,hipotesa mengenai kedua tikus yang berbeda sifat itu didasarkan pada perbedaan jenis kelamin. Tikus yang agak jinak punya aku ternyata betina, sementara yang agresif dan telah menggigit tangan temen – temen, itu tikus jantan.
Tangan Jihan


Categories:

0 komentar: