Haaiii..
Cuma sekedar
pengen share pemikiran aja kok, kalau menarik silakan lanjut J
Aku pernah
berpikir seperti apakah wanita yang disebut hebat. Apa tolak ukur seorang
wanita untuk dapat dikatakan hebat ?
Aku sangat
ingiiiiiin sekali menjadi wanita hebat, dielu-elukan setiap orang, membanggakan
orang tuaku, bahkan untuk membanggakan bangsaku. Aku pernah bermimpi untuk
menjadi dokter, membantu dan turut serta dalam bidang kesehatan dinegaraku,
sungguh keinginanku tersebut hampir saja membuatku gila disaat kedua kalinya
aku gagal dalam ujian masuk kedokteran. Aku sekarang berkuliah dijurusan
farmasi, akupun pernah menyusun cita-cita kembali menjadi seorang pharmacist
handal dinegaraku, bahkan keinginanku untuk bekerja disalah satu perusahaan
farmasi terbaik didunia yaitu di Jerman sempat muncul dibenakku dan membuatku
terfokus mencari setiap detail informasi mengenai perusahaan tersebut.
Mindset saat itu
memang hanya sebatas kata “hebat” dan “sukses”. Aku bahkan pernah dengan yakin
mengatakan cita – citaku ini pada seorang sahabatku yang kini berkuliah di
Istanbul,Turki. Aku begitu menggebu – gebu menyatakan bahwa saat nanti bertemu
kembali, aku akan berada di Negara lain sedang bekerja, aku bahkan mengatakan
untuk saling bertemu harus menyesuaikan jadwal terlebih dahulu, aku mengatakan
aku menginginkan masa depan seperti itu, masa depan yang begitu sukses. Aku
mengira dia akan mengatakan “saat aku
pulang dari Istanbul nanti, aku akan menjadi sukses dengan karir dalam hidupku”,
namun tidak. Jawaban yang kuterima darinya sungguh jauh berbeda, bahkan aku
terheran – heran dan menganggap remeh jawabannya. Dapatkah kalian menebak yang
dia katakana ? Dia mengatakan “Aku begitu
terkesima dengan semangatmu,Ven. Semangat terus! Tapi aku tidak bercita – cita seperti
itu. Aku hanya ingin sepulangku dari sini aku menjadi wanita yang seutuhnya.
Aku tidak muluk – muluk untuk menjadi ini itu ,bekerja disana sini. Cukuplah
ilmu yang kuterima disini untuk bekalku sebagai wanita yang cerdas. Aku ingin ilmuku
berguna untuk membantuku sadar siapa aku sebenarnya, suatu hari aku akan
menjadi seorang istri dan ibu. Dengan ilmuku, aku tidak akan diremehkan
pasanganku dan mungkin aku akan mendapatkan pasangan yang lebih cerdas dariku.
Dengan ilmuku,aku akan mengajarkan anak – anakku. Aku ingin anak – anakku tumbuh
dan berkembang dengan baik oleh tanganku, dan tentu oleh ilmuku, sekiranya aku
bekerja aku takkan menjadi work oriented”.
Speechless, aku hanya tersenyum ringan membaca balasannya, namun sungguh
itu menyentuh.
Aku bukan tipe
orang yang mudah saja dipengaruhi,terutama secara pemikiran. Tapi kuakui
jawaban yang diberikan sahabatku tersebut memang mampu mengubah pola pikirku
dan membenarkannya. Tapi keegoisanku untuk menjadi wanita “hebat” tersebut tetap
ada, namun jawabanku selalu “Aku akan
bekerja di………. Karena passionku emang kesitu” . Hingga disuatu hari yang
tak pernah kuduga, aku bertemu seorang pria yang kini menjadi seseorang yang
dekat dengan hatiku. Ia menyatakan keseriusannya denganku, bahkan ia berani
terang-terangan menunjukkan keseriusannya tersebut. Ia pun menyatakan dia
menginginkan untuk hidup bersamaku dan mengurus anak – anaknya suatu hari
nanti. Ia mengatakan bahwa anak – anak dengan asuhan optimal dari ibunya akan
tumbuh dengan sangat baik dan akan mempengaruhi sifat atau karakter anak.
Asuhan optimal ? Aku berpikir bagaimana jika suatu hari nanti aku bekerja dan
sibuk? Aku sangat menginginkan menjalankan tugasku sebagai seorang pharmacist dan menjalankan “pharmaceutical
care” di rumah sakit, lembaga pemerintahan atau klinik,dsb. Pemikiranku tak
hanya berhenti hingga pemikiran tentang “kerja atau karir” tersebut, aku mulai
bijak melihat statusku sebagai seorang wanita, aku mulai memahami arti menjadi
seorang wanita. Bahkan aku sepakat dengan quote “Wanita hebat akan menghasilkan
generasi yang hebat”.
Aku terus berfikir
hingga akhirnya aku yakin bahwa hebat
untuk seorang wanita berbeda dengan hebat yang ditujukan kepada seorang pria. Seorang
pria akan dikatakan hebat jika ia mampu menghidupi kehidupannya sendiri dan
keluarganya,terlebih ketika ia menyejahterakan keluarganya, wanita yang hebat
adalah wanita yang mampu mendukung pasangannya dalam keadaan apapun dan
mendidik anak – anaknya menjadi manusia yang bermanfaat. (Terserah profesi
apapun yang dijalani,Karena profesi merupakan suatu pilihan yang ditawarkan
dunia, silakan memilih). Wanita yang mampu melakukan hal demikian dikatakan
wanita hebat, bukan karena profesinya, tapi karena kecerdasan otak dan hatinya.
Tidak akan mungkin seorang wanita yang otaknya tidak cerdas mampu mendidik anak
– anaknya dengan sangat baik, mampu membantu tugas anak – anaknya, mampu
mengarahkan anak – anaknya. Tidak akan mungkin wanita dengan hati yang tidak
cerdas mampu mendukung pasangannya dan mengasuh anak – anaknya. Untuk menjadi
wanita hebat diperlukan kecerdasan, itu point yang kupahami.
Aku tidak akan menyerahkan mimpiku, aku tetap akan
memegang prinsipku untuk turut serta berperan membantu orang – orang untuk
mencapai kesehatannya, namun aku juga tidak akan pernah sedetikpun lengah atas
peranku untuk menjaga keluarga dan anak – anakku kelak dihari yang akan datang.
Aku bahkan telah membayangkan mimpiku dengan jelas, memiliki sebuah apotek
dengan pelayanan “pharmaceutical care” yang sangaaat jarang sekali
keberadaannya, bukan apotek “mini market” yang kuinginkan. Aku akan berada
disana, menjadi seorang consultant obat, membantu peresepan, dan sebagainya.
Aku akan merekrut pharmacist – pharmacist lain untuk bekerja membantu pelayanan
kefarmasian diapotikku, sehingga aku akan mudah dan memiliki banyak waktu untuk
anak – anakku kelak dan keluargaku.
Aaaahhh mimpiku
ini akan segera kuwujudkan, aamiinn ^^ Aku sangat berharap semua yang kutulis
dapat memberiku semangat kembali untuk belajar, mengingat banyaknya materi –
materi yang akan berguna untuk pelayanan kefarmasian yang harus kulakukan.
Doain yaaaaa J