Thank You

Hai :) Thank you for visiting my blog . I wish everything i wrote will be so much usefull

Total Tayangan Halaman

Friend of life

Friend of life
hilmarhandy (ig)

Yuk! Cermat Dalam Pemberian Vaksin.

Diposting oleh Unknown di 00.40 0 komentar


Haiii 

Kali ini aku mau sedikit mengulas mengenai pemberian vaksinasi yang tepat. Sedikit berbagi ilmu yang diperoleh dari perkuliahan singkat dengan seorang dosen yang waaah aku kagumin banget cara mengajar, pola pikir, dan pemecahan – pemecahan suatu masalah yang beliau sampaikan dengan sangat tegas dan pastinya itu keren banget! ^^ Tapi disini kata – kata ataupun kalimatnya udah diolah dalam kalimatku sendiri yaaa hehehe

Vaksin itu apa sih ? Vaksin itu mikrobacterium hidup yang diberikan pada tubuh untuk memicu tumbuhnya antibody. Prinsip pemberian vaksin yaitu mengikuti aturan atau prinsip pemberian obat. Apa itu prinsip pemberian obat ? Obat diberikan jika dibutuhkan. 

Jika dibutuhkan loh yaa temen-temen .

Vaksin diberikan hanya untuk orang – orang yang membutuhkan vaksin. Syarat pemberian vaksin pun harus diberikan saat seorang individu dalam keadaan sehat, tidak sedang menderita suatu penyakit atau bahkan itu hanya flu, tidak sedang mengonsumsi obat – obatan yang berhubungan dengan system imun. Jika vaksin diberikan pada individu yang tidak memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan vaksin yang akan diberikan, apa yang akan terjadi ? Micobacterium hidup didalam vaksin tersebut dapat saja menyerang individu tersebut. Jika vaksin polio diberikan kepada seorang individu tanpa riwayat penyakit tersebut, dapat saja individu tersebut mengalami kelumpuhan setelah pemberian vaksin. 

Kedua, pemberian vaksin TT (Tetanus Toksoid) pada seorang wanita yang akan menikah. Berdasarkan berbagai macam sumber, alasan pemberian vaksin TT yaitu agar wanita tersebut atau calon ibu dan anaknya terhindar dari tetanus yang dapat saja terinfeksi pada saat melahirkan karena alat – alat dan tempat lahiran yang tidak steril.

Tetanus ? Penyebab tetanus itu apa ? Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetanii. Bakteri Clostridium tetanii tidak akan dapat ditemukan pada ruang persalinan yang steril. Setiap ruang persalinan , terutama alat – alat persalinan yang digunakan pada suatu rumah sakit harus steril, jika ada bakteri yang tertinggal, itu bukan bakteri Clostridium tetanii, tetapi berupa bakteri – bakteri pseudomonas. Sementara ditempat – tempat persalinan terutama di Rumah Sakit, kesterilan itu merupakan salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi, kesterilan ruangan dijaga tidak oleh sembarangan orang.

Pada pemberian TBC, jika didalam suatu keluarga ada yang menderita TBC, bayi boleh saja diberikan vaksin TBC dengan syarat kondisi bayi tidak sedang lemah. Namun pada bayi dengan lingkungan keluarga yang sehat dan tidak seorangpun menderita TBC, saya rasa itu tidak perlu.

Berikan vaksin jika itu memang dibutuhkan, jika tidak diperlukan maka tidak usah :)

Wanita Hebat Sudah Tentu Cerdas, Wanita Cerdas Belum Tentu Hebat

Diposting oleh Unknown di 08.21 2 komentar
Haaiii..

       Cuma sekedar pengen share pemikiran aja kok, kalau menarik silakan lanjut J
Aku pernah berpikir seperti apakah wanita yang disebut hebat. Apa tolak ukur seorang wanita untuk dapat dikatakan hebat ?

       Aku sangat ingiiiiiin sekali menjadi wanita hebat, dielu-elukan setiap orang, membanggakan orang tuaku, bahkan untuk membanggakan bangsaku. Aku pernah bermimpi untuk menjadi dokter, membantu dan turut serta dalam bidang kesehatan dinegaraku, sungguh keinginanku tersebut hampir saja membuatku gila disaat kedua kalinya aku gagal dalam ujian masuk kedokteran. Aku sekarang berkuliah dijurusan farmasi, akupun pernah menyusun cita-cita kembali menjadi seorang pharmacist handal dinegaraku, bahkan keinginanku untuk bekerja disalah satu perusahaan farmasi terbaik didunia yaitu di Jerman sempat muncul dibenakku dan membuatku terfokus mencari setiap detail informasi mengenai perusahaan tersebut.

      Mindset saat itu memang hanya sebatas kata “hebat” dan “sukses”. Aku bahkan pernah dengan yakin mengatakan cita – citaku ini pada seorang sahabatku yang kini berkuliah di Istanbul,Turki. Aku begitu menggebu – gebu menyatakan bahwa saat nanti bertemu kembali, aku akan berada di Negara lain sedang bekerja, aku bahkan mengatakan untuk saling bertemu harus menyesuaikan jadwal terlebih dahulu, aku mengatakan aku menginginkan masa depan seperti itu, masa depan yang begitu sukses. Aku mengira dia akan mengatakan “saat aku pulang dari Istanbul nanti, aku akan menjadi sukses dengan karir dalam hidupku”, namun tidak. Jawaban yang kuterima darinya sungguh jauh berbeda, bahkan aku terheran – heran dan menganggap remeh jawabannya. Dapatkah kalian menebak yang dia katakana ? Dia mengatakan “Aku begitu terkesima dengan semangatmu,Ven. Semangat terus! Tapi aku tidak bercita – cita seperti itu. Aku hanya ingin sepulangku dari sini aku menjadi wanita yang seutuhnya. Aku tidak muluk – muluk untuk menjadi ini itu ,bekerja disana sini. Cukuplah ilmu yang kuterima disini untuk bekalku sebagai wanita yang cerdas. Aku ingin ilmuku berguna untuk membantuku sadar siapa aku sebenarnya, suatu hari aku akan menjadi seorang istri dan ibu. Dengan ilmuku, aku tidak akan diremehkan pasanganku dan mungkin aku akan mendapatkan pasangan yang lebih cerdas dariku. Dengan ilmuku,aku akan mengajarkan anak – anakku. Aku ingin anak – anakku tumbuh dan berkembang dengan baik oleh tanganku, dan tentu oleh ilmuku, sekiranya aku bekerja aku takkan menjadi work oriented”.  Speechless, aku hanya tersenyum ringan membaca balasannya, namun sungguh itu menyentuh.

        Aku bukan tipe orang yang mudah saja dipengaruhi,terutama secara pemikiran. Tapi kuakui jawaban yang diberikan sahabatku tersebut memang mampu mengubah pola pikirku dan membenarkannya. Tapi keegoisanku untuk menjadi wanita “hebat” tersebut tetap ada, namun jawabanku selalu “Aku akan bekerja di………. Karena passionku emang kesitu” . Hingga disuatu hari yang tak pernah kuduga, aku bertemu seorang pria yang kini menjadi seseorang yang dekat dengan hatiku. Ia menyatakan keseriusannya denganku, bahkan ia berani terang-terangan menunjukkan keseriusannya tersebut. Ia pun menyatakan dia menginginkan untuk hidup bersamaku dan mengurus anak – anaknya suatu hari nanti. Ia mengatakan bahwa anak – anak dengan asuhan optimal dari ibunya akan tumbuh dengan sangat baik dan akan mempengaruhi sifat atau karakter anak. Asuhan optimal ? Aku berpikir bagaimana jika suatu hari nanti aku bekerja dan sibuk? Aku sangat menginginkan menjalankan tugasku sebagai seorang  pharmacist dan menjalankan “pharmaceutical care” di rumah sakit, lembaga pemerintahan atau klinik,dsb. Pemikiranku tak hanya berhenti hingga pemikiran tentang “kerja atau karir” tersebut, aku mulai bijak melihat statusku sebagai seorang wanita, aku mulai memahami arti menjadi seorang wanita. Bahkan aku sepakat dengan quote “Wanita hebat akan menghasilkan generasi yang hebat”.

     Aku terus berfikir  hingga akhirnya aku yakin bahwa hebat untuk seorang wanita berbeda dengan hebat yang ditujukan kepada seorang pria. Seorang pria akan dikatakan hebat jika ia mampu menghidupi kehidupannya sendiri dan keluarganya,terlebih ketika ia menyejahterakan keluarganya, wanita yang hebat adalah wanita yang mampu mendukung pasangannya dalam keadaan apapun dan mendidik anak – anaknya menjadi manusia yang bermanfaat. (Terserah profesi apapun yang dijalani,Karena profesi merupakan suatu pilihan yang ditawarkan dunia, silakan memilih). Wanita yang mampu melakukan hal demikian dikatakan wanita hebat, bukan karena profesinya, tapi karena kecerdasan otak dan hatinya. Tidak akan mungkin seorang wanita yang otaknya tidak cerdas mampu mendidik anak – anaknya dengan sangat baik, mampu membantu tugas anak – anaknya, mampu mengarahkan anak – anaknya. Tidak akan mungkin wanita dengan hati yang tidak cerdas mampu mendukung pasangannya dan mengasuh anak – anaknya. Untuk menjadi wanita hebat diperlukan kecerdasan, itu point yang kupahami.

     Aku  tidak akan menyerahkan mimpiku, aku tetap akan memegang prinsipku untuk turut serta berperan membantu orang – orang untuk mencapai kesehatannya, namun aku juga tidak akan pernah sedetikpun lengah atas peranku untuk menjaga keluarga dan anak – anakku kelak dihari yang akan datang. Aku bahkan telah membayangkan mimpiku dengan jelas, memiliki sebuah apotek dengan pelayanan “pharmaceutical care” yang sangaaat jarang sekali keberadaannya, bukan apotek “mini market” yang kuinginkan. Aku akan berada disana, menjadi seorang consultant obat, membantu peresepan, dan sebagainya. Aku akan merekrut pharmacist – pharmacist lain untuk bekerja membantu pelayanan kefarmasian diapotikku, sehingga aku akan mudah dan memiliki banyak waktu untuk anak – anakku kelak dan keluargaku.

     Aaaahhh mimpiku ini akan segera kuwujudkan, aamiinn ^^ Aku sangat berharap semua yang kutulis dapat memberiku semangat kembali untuk belajar, mengingat banyaknya materi – materi yang akan berguna untuk pelayanan kefarmasian yang harus kulakukan. Doain yaaaaa J

Unordered List

Labels

About Me

Followers

Me :D

Me :D

Here I Am

Here I Am
@ravenoamaral on instagram

Advertising

Advertising

Half Of Me

Half Of Me
@hilmarhandy on Instagram

Pages

Raveno Amaral's blog. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 29 April 2014



Haiii 

Kali ini aku mau sedikit mengulas mengenai pemberian vaksinasi yang tepat. Sedikit berbagi ilmu yang diperoleh dari perkuliahan singkat dengan seorang dosen yang waaah aku kagumin banget cara mengajar, pola pikir, dan pemecahan – pemecahan suatu masalah yang beliau sampaikan dengan sangat tegas dan pastinya itu keren banget! ^^ Tapi disini kata – kata ataupun kalimatnya udah diolah dalam kalimatku sendiri yaaa hehehe

Vaksin itu apa sih ? Vaksin itu mikrobacterium hidup yang diberikan pada tubuh untuk memicu tumbuhnya antibody. Prinsip pemberian vaksin yaitu mengikuti aturan atau prinsip pemberian obat. Apa itu prinsip pemberian obat ? Obat diberikan jika dibutuhkan. 

Jika dibutuhkan loh yaa temen-temen .

Vaksin diberikan hanya untuk orang – orang yang membutuhkan vaksin. Syarat pemberian vaksin pun harus diberikan saat seorang individu dalam keadaan sehat, tidak sedang menderita suatu penyakit atau bahkan itu hanya flu, tidak sedang mengonsumsi obat – obatan yang berhubungan dengan system imun. Jika vaksin diberikan pada individu yang tidak memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan vaksin yang akan diberikan, apa yang akan terjadi ? Micobacterium hidup didalam vaksin tersebut dapat saja menyerang individu tersebut. Jika vaksin polio diberikan kepada seorang individu tanpa riwayat penyakit tersebut, dapat saja individu tersebut mengalami kelumpuhan setelah pemberian vaksin. 

Kedua, pemberian vaksin TT (Tetanus Toksoid) pada seorang wanita yang akan menikah. Berdasarkan berbagai macam sumber, alasan pemberian vaksin TT yaitu agar wanita tersebut atau calon ibu dan anaknya terhindar dari tetanus yang dapat saja terinfeksi pada saat melahirkan karena alat – alat dan tempat lahiran yang tidak steril.

Tetanus ? Penyebab tetanus itu apa ? Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetanii. Bakteri Clostridium tetanii tidak akan dapat ditemukan pada ruang persalinan yang steril. Setiap ruang persalinan , terutama alat – alat persalinan yang digunakan pada suatu rumah sakit harus steril, jika ada bakteri yang tertinggal, itu bukan bakteri Clostridium tetanii, tetapi berupa bakteri – bakteri pseudomonas. Sementara ditempat – tempat persalinan terutama di Rumah Sakit, kesterilan itu merupakan salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi, kesterilan ruangan dijaga tidak oleh sembarangan orang.

Pada pemberian TBC, jika didalam suatu keluarga ada yang menderita TBC, bayi boleh saja diberikan vaksin TBC dengan syarat kondisi bayi tidak sedang lemah. Namun pada bayi dengan lingkungan keluarga yang sehat dan tidak seorangpun menderita TBC, saya rasa itu tidak perlu.

Berikan vaksin jika itu memang dibutuhkan, jika tidak diperlukan maka tidak usah :)

Sabtu, 12 April 2014

Haaiii..

       Cuma sekedar pengen share pemikiran aja kok, kalau menarik silakan lanjut J
Aku pernah berpikir seperti apakah wanita yang disebut hebat. Apa tolak ukur seorang wanita untuk dapat dikatakan hebat ?

       Aku sangat ingiiiiiin sekali menjadi wanita hebat, dielu-elukan setiap orang, membanggakan orang tuaku, bahkan untuk membanggakan bangsaku. Aku pernah bermimpi untuk menjadi dokter, membantu dan turut serta dalam bidang kesehatan dinegaraku, sungguh keinginanku tersebut hampir saja membuatku gila disaat kedua kalinya aku gagal dalam ujian masuk kedokteran. Aku sekarang berkuliah dijurusan farmasi, akupun pernah menyusun cita-cita kembali menjadi seorang pharmacist handal dinegaraku, bahkan keinginanku untuk bekerja disalah satu perusahaan farmasi terbaik didunia yaitu di Jerman sempat muncul dibenakku dan membuatku terfokus mencari setiap detail informasi mengenai perusahaan tersebut.

      Mindset saat itu memang hanya sebatas kata “hebat” dan “sukses”. Aku bahkan pernah dengan yakin mengatakan cita – citaku ini pada seorang sahabatku yang kini berkuliah di Istanbul,Turki. Aku begitu menggebu – gebu menyatakan bahwa saat nanti bertemu kembali, aku akan berada di Negara lain sedang bekerja, aku bahkan mengatakan untuk saling bertemu harus menyesuaikan jadwal terlebih dahulu, aku mengatakan aku menginginkan masa depan seperti itu, masa depan yang begitu sukses. Aku mengira dia akan mengatakan “saat aku pulang dari Istanbul nanti, aku akan menjadi sukses dengan karir dalam hidupku”, namun tidak. Jawaban yang kuterima darinya sungguh jauh berbeda, bahkan aku terheran – heran dan menganggap remeh jawabannya. Dapatkah kalian menebak yang dia katakana ? Dia mengatakan “Aku begitu terkesima dengan semangatmu,Ven. Semangat terus! Tapi aku tidak bercita – cita seperti itu. Aku hanya ingin sepulangku dari sini aku menjadi wanita yang seutuhnya. Aku tidak muluk – muluk untuk menjadi ini itu ,bekerja disana sini. Cukuplah ilmu yang kuterima disini untuk bekalku sebagai wanita yang cerdas. Aku ingin ilmuku berguna untuk membantuku sadar siapa aku sebenarnya, suatu hari aku akan menjadi seorang istri dan ibu. Dengan ilmuku, aku tidak akan diremehkan pasanganku dan mungkin aku akan mendapatkan pasangan yang lebih cerdas dariku. Dengan ilmuku,aku akan mengajarkan anak – anakku. Aku ingin anak – anakku tumbuh dan berkembang dengan baik oleh tanganku, dan tentu oleh ilmuku, sekiranya aku bekerja aku takkan menjadi work oriented”.  Speechless, aku hanya tersenyum ringan membaca balasannya, namun sungguh itu menyentuh.

        Aku bukan tipe orang yang mudah saja dipengaruhi,terutama secara pemikiran. Tapi kuakui jawaban yang diberikan sahabatku tersebut memang mampu mengubah pola pikirku dan membenarkannya. Tapi keegoisanku untuk menjadi wanita “hebat” tersebut tetap ada, namun jawabanku selalu “Aku akan bekerja di………. Karena passionku emang kesitu” . Hingga disuatu hari yang tak pernah kuduga, aku bertemu seorang pria yang kini menjadi seseorang yang dekat dengan hatiku. Ia menyatakan keseriusannya denganku, bahkan ia berani terang-terangan menunjukkan keseriusannya tersebut. Ia pun menyatakan dia menginginkan untuk hidup bersamaku dan mengurus anak – anaknya suatu hari nanti. Ia mengatakan bahwa anak – anak dengan asuhan optimal dari ibunya akan tumbuh dengan sangat baik dan akan mempengaruhi sifat atau karakter anak. Asuhan optimal ? Aku berpikir bagaimana jika suatu hari nanti aku bekerja dan sibuk? Aku sangat menginginkan menjalankan tugasku sebagai seorang  pharmacist dan menjalankan “pharmaceutical care” di rumah sakit, lembaga pemerintahan atau klinik,dsb. Pemikiranku tak hanya berhenti hingga pemikiran tentang “kerja atau karir” tersebut, aku mulai bijak melihat statusku sebagai seorang wanita, aku mulai memahami arti menjadi seorang wanita. Bahkan aku sepakat dengan quote “Wanita hebat akan menghasilkan generasi yang hebat”.

     Aku terus berfikir  hingga akhirnya aku yakin bahwa hebat untuk seorang wanita berbeda dengan hebat yang ditujukan kepada seorang pria. Seorang pria akan dikatakan hebat jika ia mampu menghidupi kehidupannya sendiri dan keluarganya,terlebih ketika ia menyejahterakan keluarganya, wanita yang hebat adalah wanita yang mampu mendukung pasangannya dalam keadaan apapun dan mendidik anak – anaknya menjadi manusia yang bermanfaat. (Terserah profesi apapun yang dijalani,Karena profesi merupakan suatu pilihan yang ditawarkan dunia, silakan memilih). Wanita yang mampu melakukan hal demikian dikatakan wanita hebat, bukan karena profesinya, tapi karena kecerdasan otak dan hatinya. Tidak akan mungkin seorang wanita yang otaknya tidak cerdas mampu mendidik anak – anaknya dengan sangat baik, mampu membantu tugas anak – anaknya, mampu mengarahkan anak – anaknya. Tidak akan mungkin wanita dengan hati yang tidak cerdas mampu mendukung pasangannya dan mengasuh anak – anaknya. Untuk menjadi wanita hebat diperlukan kecerdasan, itu point yang kupahami.

     Aku  tidak akan menyerahkan mimpiku, aku tetap akan memegang prinsipku untuk turut serta berperan membantu orang – orang untuk mencapai kesehatannya, namun aku juga tidak akan pernah sedetikpun lengah atas peranku untuk menjaga keluarga dan anak – anakku kelak dihari yang akan datang. Aku bahkan telah membayangkan mimpiku dengan jelas, memiliki sebuah apotek dengan pelayanan “pharmaceutical care” yang sangaaat jarang sekali keberadaannya, bukan apotek “mini market” yang kuinginkan. Aku akan berada disana, menjadi seorang consultant obat, membantu peresepan, dan sebagainya. Aku akan merekrut pharmacist – pharmacist lain untuk bekerja membantu pelayanan kefarmasian diapotikku, sehingga aku akan mudah dan memiliki banyak waktu untuk anak – anakku kelak dan keluargaku.

     Aaaahhh mimpiku ini akan segera kuwujudkan, aamiinn ^^ Aku sangat berharap semua yang kutulis dapat memberiku semangat kembali untuk belajar, mengingat banyaknya materi – materi yang akan berguna untuk pelayanan kefarmasian yang harus kulakukan. Doain yaaaaa J