
Hai.
Sebenarnya aku sedang tidak berniat untuk menulis blog, namun sore ini
sepulang praktikum dan baru saja masuk kekamar kos, listrik langsung mati.
Fasilitas kos yang sederhana tanpa adanya jetset (bener ga nih ? hehe)
menghasilkan kosan yang gelap gulita. Banyak kegiatan yang seharusnya dapat
dilakukan, menjadi tertunda. Dalam situasi bingung harus berbuat apa, aku lihat
gadget udah pada kehabisan energy semua. Cuma notebook yang dapat menyala
dengan baterai yang hanya tinggal separuhnya.
Berhubung hari ini hari Jum’at, yaa bisa
dibilang hari terakhir dalam minggu perkuliahan, bisa sedikit nyantai deh.
Sedikit , karena besok dan juga Minggu selalu ada kemungkinan untuk kekampus.
Sibuk ya J
Aku mau cerita nih kejadian hari ini.
Mengenai praktikum farmakologi untuk pertama kalinya! Kemaren – kemaren udah
dapet teorinya, untuk pemantapannya jadi ada praktikum agar dapat
mengaplikasikan teori. Praktikum farmakologi ini menurutku seru, apalagi dengan
menggunakan mencit, tikus, dan sebagainya sebagai hewan uji. Tapi karena
pribadi setiap orang berbeda, ada juga yang menganggap praktikum farmakologi
mengerikan.
Sebelum praktikum, paginya aku dan temen –
temen sekelas ada dua kuliah yaitu Bahasa Indonesia dan Farmakologi II. Ada
cerita lucu saat kuliah farmakologi II tadi pagi. Hari ini kami disuruh
mempresentasikan obat – obat yang kami “pegang”. Obat – obat tersebut memiliki
golongan – golongan tertentu. Nah! Yang kebagian tadi pagi itu obat – obat
golongan estrogen dan progesterone. Yang megang obat golongan tersebut pada
panic dong. Aku juga ! Aku ragu mengenai obat yang harus aku presentasikan.
Kata Afiqh, itu juga termasuk estrogen, Afiqh bersikeras itu estrogen,
sedangkan aku bersikeras bukan. Hahaa. Alhamdulillah aku ga harus maju. Yang
paling teringat itu saat Febri maju, dia mempresentasikan mengenai Nova T ,
spiral yang dipasang dirahim wanita. Febri kan cowok, dan dia
mempresentasikannya dengan gaya ala sales yang lagi nawarin produk. Saat temen
– temen pada nanyain, dia bengong. Mengenai spiral tersebut, Afiqh sangat
sangat tertarik banget dan banyak banget hal – hal kocak yang terlantur,
apalagi saat ada gambar spiral didalam rahim (uterus) dengan benangnya yang
menjulur panjang keluar. Katanya bisa dijadikan headset. -___-
Selesai kuliah, lanjut ke laboratorium
steril untuk asistensi praktikum farmasetika II. Selanjutnya, siap – siap untuk
memulai praktikum farmakologi pertama \(^^)/ . Aku sama Yeni sempet – sempetnya
berfoto didepan laboratorium, padahal belum belajar dan lengkapin laporan.
Heheheee
Yang namanya praktikum, selalu dimulai
dengan responsi. Oh my God! Soal – soal responsinya menantang bangeeeet.
Sebenarnya mudah,kalau bener – bener memahami. Tapi karena ini baru pertama,
nilai kami sekelas rendah – rendah :D . Awalnya kami ngira pertanyaannya
mengenai syarat hewan uji, macam – macam hewan uji, dan perhitungan dosis.
Tapi
yang ditanyakan ternyata adalah :
1. Syarat – syarat dan macam – macam hewan
uji (Alhamdulillah yang ini udah dipelajari)
2. Bagaimana cara “membunuh” mencit ?
3. Bagaimana cara pemberian obat intravena
dan intraperitoneal pada mencit ?
4. Perhitungan dosis ! (lupa soalnya , hehe)
Jawabannya :
1. Syarat – syarat hewan uji, berdasarkan
yang ada pada diktat dan searching :
-
Spesies dan variasi biologisnya harus
jelas
-
Sehat dan bertingkah laku normal
-
Seragam (Umur , berat badan, dan jenis
kelamin)
-
Terkondisi (Sanitasi, hewan tidak
stress,dll)
-
Terbebas dari mikroorganisme pirogen
-
Memiliki kemampuan respon imunitas yang
baik
-
Peka terhadap obat – obatan, sehingga efek
dapat terlihat jelas
-
Mamalia, karena sebenarnya uji obat
terhadap hewan dilakukan sebelum pengujian tingkat lanjut kepada manusia.
2. Mengenai cara “membunuh” hewan uji
terutama mencit.
Banyak banget tadi jawaban – jawaban yang menyimpang karena belum
ngebaca materi sampai topik ini. Ada yang ngejawab dengan memberikan racun
(kayak di sinetron jadinya. Hihiii), ada yang dengan langsung membantai atau
menyembelih mencit langsung pada lehernya (Sadis!), dan ada yang baik hati
bangeeet, yaitu dengan menghadapkan mencit kearah kiblat, baca basmallah,
langsung sembelih (Terharu :’) ).
Jawabannya yang bener itu diantaranya :
-
Tekan leher mencit dengan menghadapkannya
pada bidang datar dengan kuat dengan salah satu tangan (Tekannya pake ibu jari
dan telunjuk yaa), disaat bersamaan, tarik kebelakang ekor mencit dengan kuat
dan cepat (Kayak hentakan tiba – tiba gitu). Alhasil, it’s die. Cara ini yaitu
untuk memutus nadi (bahasa awamnya nih) mencit, sama kayak halnya manusia,
kalau mau dibunuh, cekik aja lehernya dan putar dengan keras dan cepat. ( I BEG
YOU TO NEVER TRY THIS!)
-
Cara yang kedua, berikan anestesi dosis
berlebih.
3. Cara pemberian obat secara intravena pada
mencit, yaitu melalui injeksi pada ekornya. Di ekor mencit, akan terlihat
pembuluh vena yang berwarna agak putih, disitulah tempat diinjeksikan obat.
Saat akan menginjeksi ekor mencit, mencit harus dimasukkan atau diletakkan
terlebih dahulu pada tempat dimana mencit tidak akan bergerak apalagi berputar
– putar, bentuknya seperti botol dengan kedua sisinya bolong.
![]() |
| Begini nih |
4. Untuk perhitungan dosis, yang harus
dipahami terlebih dahulu yaitu mengenai satuan – satuannya. Misalnya : Satuan
untuk berat badan yaitu Kg/BB . Satuan untuk dosis yaitu mg / Kg BB . VAO
(Volume Administrasi Obat) dalam mL, dan sebagainya.
Setelah itu baru deh pahami rumusnya yang lumayan memusingkan. Untuk
pembahasan dosis, nanti aja di postingan selanjutnya yaaa. Heheee
----
![]() |
| tikus |
Hal yang paling berkesan dari first pharmacological laboratory day
ituuu ternyata menjinakkan dan memegang hewan uji itu ENGGAK GAMPANG! Harus
gesit, ga boleh takut, ga boleh geli, terutama harus siap kena gigit.
![]() |
| mencit |
Awalnya, untuk mencoba memegang hewan uji, rasanya gampang banget!
Ternyata ? Banyak temen – temen pengen megang mencit mereka terlebih dahulu
daripada tikus, aku dan beberapa orang teman justru mencoba memegang tikus
terlebih dahulu. Oh my God! Tikus itu gesit banget buat ngehindar dan lari
walaupun ekornya udah dipegang. Kalau mencit, lebih mudah disbanding tikus. Hal
ini karena sifat antara mencit sama tikus itu berbeda. Mencit cenderung
penakut, sedangkan tikus ga penakut sama sekali.
Sangat bersyukur ternyata mencit dan terutama tikus yang jadi milik
kelompok aku sore itu pada jinak jinak dikit, kalau dielus – elus bulunya,
mereka beneran tenang, alias ga stress karena kehadiran manusia dan dipegang –
pegang. Sementara kelompok sebelah ? baca istigfar banyak – banyak deh!
Tikusnya horror! Tikusnya bener – bener berani dan ngelawan kalau dipegang.
Parahnya, banyak temen – temen aku tangannya berdarah – darah karena digigit
tikus tersebut. Bayangin deh, gigi tikus itu gede dan tajam, kalau kena gigit,
lumayan robek gitu kulitnya. Tangan temen – temen juga darahnya ga nyantai
banget. Banyak yang penasaran untuk menaklukan tikus yang satu itu, alhasil,
darah lagi.
![]() |
| Tangan Anshar yang digigit tikus |
Ternyata,hipotesa mengenai kedua tikus yang berbeda sifat itu
didasarkan pada perbedaan jenis kelamin. Tikus yang agak jinak punya aku
ternyata betina, sementara yang agresif dan telah menggigit tangan temen –
temen, itu tikus jantan.
![]() |
| Tangan Jihan |






.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
